Kemendag memandang kerja sama ini sebagai peluang besar bagi pelaku usaha perempuan untuk naik kelas menuju pasar global.

Implementasi di lapangan akan diiringi dengan kolaborasi konkret agar manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

"Karena itu, saya melihat kerja sama Indonesia dan Uzbekistan memiliki peluang besar untuk mendorong lebih banyak perempuan naik kelas dan menjadi pelaku ekspor global," lanjutnya.

Melalui penguatan konektivitas bisnis, kedua negara berharap produk unggulan masing-masing dapat saling menembus pasar secara optimal.

Komitmen ini disepakati untuk jangka panjang sebagai penggerak pembangunan ekonomi di masa depan.

"Melalui program peningkatan kapasitas, pertukaran informasi pasar, dan konektivitas bisnis yang lebih kuat, kami berharap semakin banyak produk unggulan Indonesia dan Uzbekistan yang mampu menembus pasar masing-masing," jelasnya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa peran perempuan akan terus ditempatkan sebagai pilar utama kewirausahaan dan perdagangan bilateral.

>>> BPS Perluas Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ke Kepri dan Sulsel

"Indonesia dan Uzbekistan sepakat untuk terus menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memperkuat peran perempuan sebagai penggerak perdagangan, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi di masa mendatang," tegas dia.