Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengevaluasi pagu anggaran tahun 2027.

Ia meminta agar alokasi untuk sektor energi baru terbarukan (EBT) diperkuat.

>>> Panitia Hapus Ketentuan Penalti Rp100 Juta dalam Seleksi Manajer KDMP

Menurut Eddy, peningkatan anggaran EBT sejalan dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi menuju energi bersih dan hijau. "Kami menyampaikan harapan agar Kementerian ESDM menambah anggaran di sektor EBT.

Hal ini tentu untuk menunjukkan keseriusan Indonesia melakukan akselerasi transisi energi," ujarnya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Eddy dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Senayan, Jakarta, Senin (15/6).

Ia menyoroti politik anggaran atas usulan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027.

Anggaran EBT Lebih Kecil dari Migas dan Listrik

Eddy melihat anggaran di sektor EBT sekitar Rp1,5 triliun lebih kecil dibandingkan sektor migas dan ketenagalistrikan.

>>> DKI Optimalkan Pembinaan UKM Lewat Ekosistem Jakpreneur

Masing-masing sektor tersebut memiliki pagu Rp11,4 triliun dan Rp10,3 triliun.

Ia secara khusus meminta Kementerian ESDM melakukan evaluasi agar ada penambahan pagu anggaran di sektor EBT.

Langkah ini dinilai penting untuk menunjukkan keseriusan Indonesia dalam akselerasi transisi energi dan mempercepat dekarbonisasi perekonomian nasional.

Di sisi lain, Eddy mengapresiasi tema besar anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 yang berfokus pada penguatan "ketahanan" dan "keadilan energi".

>>> Pelatih Panama Sebut Kekalahan 0-1 dari Ghana Sangat Menyakitkan

Program-program seperti jaringan gas, listrik desa, dan Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) dinilai positif.