"Jantung adalah otot sama seperti otot lainnya, jika tidak dilatih, ia akan melemah," ujarnya.

Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Sendiri (Kesepian)

Menurut ulasan tahun 2022 di Journal of the American Heart Association, isolasi sosial dan kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian hingga 30 persen.

Dr. Ruthmann menyarankan untuk terhubung dengan orang lain, meskipun secara virtual. Jika seseorang dan lingkaran pertemanannya fokus pada gaya hidup sehat, mereka akan jauh lebih mudah untuk konsisten.

Isolasi sosial dan kesepian juga terbukti memicu gejala stres kronis yang dapat merusak pembuluh darah di jantung.

AHA merekomendasikan mencari pelampiasan positif, mengatur jadwal harian, dan berolahraga sekitar 30 menit hampir setiap hari untuk meminimalkan efek buruk stres.

Konsumsi Garam Berlebihan

Kadar natrium yang berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.191 karena Sentimen Global

Makanan olahan dan siap saji seperti mi instan, makanan kaleng, daging asap, camilan asin, dan saus menyumbang sebagian besar asupan garam tanpa sadar.

Aturan praktisnya adalah mengonsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 mg per hari (setara 1 sendok teh garam).

Untuk hasil ideal, batasan konsumsi kurang dari 1.500 mg per hari.

Dr. Morgan mengakui faktor ekonomi sering memengaruhi pilihan makanan.

Memasak di rumah dengan sayur dan buah segar sering terasa lebih repot atau mahal dibanding membeli makanan cepat saji yang murah namun tinggi garam.

Pilihan tersebut mungkin lebih murah untuk dompet saat ini, tetapi bisa sangat mahal untuk kesehatan di masa depan.

Kurang atau Terlalu Banyak Tidur