Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya tiba di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, pada Kamis pagi.

Ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.

>>> Yeonjun TXT Siap Rilis Mini Album Solo Kedua Juli 2026

Berdasarkan pantauan ANTARA, Sony tiba di lokasi pada pukul 09.24 WIB dengan menggunakan mobil tahanan.

Saat keluar dari kendaraan, ia tidak menjawab pertanyaan awak media dan hanya tersenyum sebelum langsung masuk ke dalam gedung.

Purnawirawan Polri itu tampak membawa buku catatan dan pulpen.

Sementara itu, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, telah tiba lebih dahulu di Gedung Jampidsus Kejagung pada pukul 09.18 WIB.

Krisna juga tidak memberikan keterangan dan langsung masuk ke dalam gedung.

Lima Tersangka dan Permohonan Justice Collaborator

Penyidik Jampidsus telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.

Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Sony Sonjaya, Asep Yusuf Soemantri, dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono.

>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Ada Gems dan Pemain Spesial

Sony sebelumnya mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) untuk membantu mengungkap perkara tersebut. Permohonan itu disampaikan melalui Krisna Murti kepada Jampidsus pada Senin (8/6).

Krisna mengatakan kliennya ingin mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat sekaligus menjelaskan perannya dalam kasus yang sedang disidik.

Menurut Krisna, Sony menilai dirinya selama ini dianggap bertanggung jawab atas penjualan titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), padahal ada tekanan dan arahan dari pihak lain.

"Artinya bahwa selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu.

Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi," ungkap Krisna.

"Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri. Bahwa beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau.

>>> Lexar Luncurkan Elite Legends Series, Perangkat Penyimpanan Edisi Khusus AFA

Jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau," katanya menambahkan.