>>> Bumi Resources Gelar RUPS Bahas Laporan Keuangan dan Susunan Direksi

Sementara itu, sedikitnya tujuh kapal lain milik mereka masih tertahan untuk menunggu kesempatan aman melintas.

Situasi yang belum sepenuhnya pulih mendorong sejumlah pelaku industri mendesak adanya koordinasi internasional.

Pemilik kapal meminta Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mengatur pergerakan ratusan armada yang saat ini tertahan di kawasan Teluk.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menyatakan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi tingkat keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Evaluasi tersebut mencakup risiko kepadatan lalu lintas kapal dan potensi keberadaan ranjau laut.

IMO juga sedang mengupayakan penyiapan koridor aman bagi para pelaut. Para kru kapal tersebut dilaporkan telah terjebak di kawasan Teluk selama lebih dari tiga bulan.

Di sisi lain, perkembangan diplomatik terbaru antara AS dan Iran mendapat sambutan positif dari perusahaan pelayaran peti kemas global Hapag-Lloyd.

Manajemen berharap kapal-kapal yang tertahan dapat segera beroperasi kembali secara normal.

Kendati demikian, Direktur Kelautan Intertanko Philip Belcher mengingatkan setiap operator untuk tetap melakukan penilaian risiko secara komprehensif.

Kehati-hatian dinilai menjadi kunci utama demi menjamin keselamatan awak dan kapal selama masa transisi menuju normalisasi.

Langkah diplomatik AS dan Iran ini menjadi bagian dari upaya penyelesaian formal konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.

>>> Satgas PASTI Hentikan Sementara Operasi Universal Peak dan BAFI Group

Nota kesepahaman telah ditandatangani oleh kedua negara, sementara penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pekan ini.