Ekonom Proyeksi BI-Rate Tetap 5,5 Persen Setelah Pengetatan Agresif
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede juga berpandangan serupa.
Menurutnya, BI tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi karena rupiah sudah menguat, harga minyak turun, dan tekanan pasar mereda.
>>> Susunan Pemain Uzbekistan vs Kolombia: Khusanov dan Diaz Starter
Josua mencatat perbaikan arus modal asing sudah terlihat, meski belum cukup kuat karena masih bertumpu pada SRBI, sementara pasar saham masih mencatat arus keluar besar dan pasar SBN belum pulih sepenuhnya.
Ia menekankan bahwa penguatan rupiah saat ini masih ditopang oleh kenaikan suku bunga, instrumen moneter jangka pendek, dan perbaikan sentimen global, bukan oleh pemulihan kepercayaan investor jangka panjang.
Agar penguatan rupiah lebih berkelanjutan, arus modal asing perlu meluas dari SRBI ke SBN dan pasar saham.
Jika investor asing kembali membeli SBN tenor menengah-panjang dan tekanan jual mereda, kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia akan pulih.
Sebaliknya, jika arus masuk hanya terkonsentrasi pada SRBI, penguatan rupiah berpotensi sementara dan rentan terhadap kejutan dari bank sentral AS, pergerakan harga minyak, atau perubahan kebijakan domestik.
Setelah kenaikan BI-Rate 75 bps, Josua memperkirakan rupiah akan lebih stabil dan bergerak di kisaran Rp17.400 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek.
Chief Economist BTN Myrdal Gunarto juga menilai kenaikan BI-Rate belum diperlukan karena tekanan nilai tukar mulai mereda, inflasi domestik terkendali, dan harga minyak dunia menurun.
Ia melihat potensi inflow ke pasar keuangan domestik meningkat seiring membaiknya iklim investasi global, yang diharapkan mendorong investor asing kembali masuk ke pasar domestik.
Myrdal mengingatkan bahwa penguatan rupiah tidak hanya bergantung pada arus modal asing, tetapi juga pada peningkatan investasi asing langsung (FDI).
>>> PIHPS: Harga Cabai Rawit Rp65.000/kg, Telur Ayam Rp25.000/kg
Pemerintah perlu memastikan eksekusi yang baik dan memperkuat komunikasi prospek investasi domestik.
Update Terbaru
Yen Jepang Merosot ke 160,6 per Dolar AS, Terendah Sejak Juli 2024
Kamis / 18-06-2026, 11:29 WIB
PSS Sleman Siapkan Anggaran Besar untuk Super League 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 11:29 WIB
BAIC Indonesia Beri Diskon Hingga Rp 50 Juta Sepanjang Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:29 WIB
Fadly Faisal Buka Suara soal Tudingan Pro-LGBT Usai Kenakan Kaus Bermotif Bra
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Akibat Penggunaan Pendingin Ruangan
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Wapres Gibran Tinjau MBG di Ende, Soroti Kondisi Kelas yang Gelap
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Kemenhut: Papua Pegunungan Berperan Strategis Kendalikan Emisi GRK RI
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Anwar Ibrahim dan Putin Bahas Kerja Sama Energi hingga Mata Uang Lokal
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Putin Tegaskan Rusia Siap Lanjutkan Kemitraan Strategis dengan ASEAN
Kamis / 18-06-2026, 11:28 WIB
Samsung Rilis Update Keamanan Juni 2026 untuk Galaxy Z Fold 6 dan Special Edition
Kamis / 18-06-2026, 11:25 WIB
SIM Digital Resmi Jadi Pengganti Fisik, Begini Cara Aktivasinya
Kamis / 18-06-2026, 11:25 WIB
Polisi Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sultan di GBK Jakarta, Ricuh
Kamis / 18-06-2026, 11:25 WIB
Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:25 WIB
Roberto Martinez Bela Cristiano Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang Kongo
Kamis / 18-06-2026, 11:24 WIB






