PT Bank Panin Tbk (PNBN) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,01 triliun kepada para pemegang saham.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

>>> Ghana vs Panama: Jordan Ayew Jadi Andasan Hadapi Skema Tiga Bek

Alokasi keuntungan tersebut setara dengan Rp42 per saham setelah memperhitungkan saham treasuri perseroan.

Yield dividen saham PNBN tercatat mencapai 4,49% berdasarkan harga penutupan perdagangan di level Rp935 per saham.

Angka imbal hasil itu lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito rupiah maksimal Bank Panin yang berada pada level 4,25%.

Total dana dividen diambil dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,87 triliun.

Laba bersih emiten perbankan tersebut naik tipis 0,13% dibandingkan capaian tahun 2024. Manajemen menyatakan performa keuangan dipengaruhi dinamika pendapatan operasional dan intermediasi.

Peningkatan keuntungan didorong oleh pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang tumbuh 3,47% menjadi Rp2,30 triliun, terutama dari transaksi surat berharga.

Pendapatan bunga bersih (NII) juga naik 0,19% seiring kenaikan pendapatan bunga.

>>> Anggota DPR Fasilitasi Talenta Muda Trenggalek Lewat Ajang Futsal

Namun, penyaluran kredit Bank Panin menurun 2,56% secara tahunan menjadi Rp145,08 triliun pada 2025.

Penurunan ini turut memicu penyusutan total aset dari Rp243,95 triliun (2024) menjadi Rp237,32 triliun.

Kualitas aset membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 3,05% menjadi 2,82%, sedangkan NPL net di posisi 1,04%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,98% menjadi Rp156,92 triliun.

Total modal perseroan tumbuh 5,07% menjadi Rp54,98 triliun, sehingga rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 37,49%.

Untuk memperkuat pendanaan jangka panjang, Bank Panin telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 senilai Rp3,20 triliun.

>>> Presiden Prabowo Apresiasi Kelancaran Haji 2026, Instruksikan Peningkatan Layanan

Melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV dari Tahap I hingga Tahap III, total penerbitan obligasi Bank Panin kini mencapai Rp7,21 triliun.