Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) AtlasGo resmi memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor otomotif. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Sun Motor Mitsubishi.

Sebelumnya, AtlasGo lebih banyak mengembangkan bisnis di sektor properti melalui platform ProperView. Kini, perusahaan melihat peluang besar di industri otomotif yang menghadapi perubahan perilaku konsumen dan persaingan ketat.

>>> Porsche Taycan 2027 Dapatkan Fitur Gigi Virtual E-Shift

Industri otomotif Indonesia mencatat lebih dari 50 model kendaraan baru yang diluncurkan dalam satu tahun terakhir. Hal tersebut menjadi rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Serbuan merek baru, khususnya pabrikan kendaraan listrik asal China, membuat tantangan dealer semakin kompleks. Tenaga pemasar menghadapi dinamika pengetahuan produk, konsumen digital, dan efisiensi budget marketing.

Solusi AI untuk Penjualan Otomotif

Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer (CTO) AtlasGo, David Kusnadi, menyebut AtlasGo hadir sebagai platform AI-powered sales intelligence dan customer behavior analytics.

Sistem ini dirancang memahami perilaku calon pelanggan sebelum interaksi dengan tim penjualan.

Melalui produk DealerView, AtlasGo menawarkan virtual showroom interaktif untuk menjelajahi kendaraan secara digital. Platform dilengkapi fitur buyer intent tracking, lead management dashboard, sales attribution, hingga AI assistant.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Sun Motor sebagai grup dealer pertama.

Namun memang tentunya kami meminta izin untuk bisa bertemu dengan grup dealer lain dan juga mungkin melakukan ekspansi ke luar Jabodetabek.

Karena produk ini merupakan solusi yang bisa menjawab dan mengisi gap yang terjadi dalam proses sales dan marketing,” ujar David lewat keterangan pers, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut David, kerja sama dengan Sun Motor menjadi validasi bahwa pendekatan AI sales intelligence dapat diterapkan lintas industri.