Pemanfaatan teknologi ini terbukti tidak terbatas pada sektor properti saja.

Di sisi lain, Sun Motor melihat penggunaan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas prospek pelanggan. Langkah ini diambil di tengah semakin ketatnya persaingan industri otomotif saat ini.

General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi Rudi Rimawan mengungkapkan, kompetisi tidak hanya terjadi antar merek kendaraan. Persaingan ketat kini juga berlangsung antar dealer dalam satu merek yang sama.

“Di Jakarta itu ada total 56 dealer Mitsubishi. Dengan supervisor dan sales force yang sedemikian banyak, kompetisinya pasti sangat ketat.

>>> Nissan Kicks Hybrid dan Rock Creek Hadir di Jepang, AS Tak Kebagian

Jadi dengan adanya tools ini, dengan adanya DealerView ini, kita berharap kita bisa berkompetisi lebih baik, lebih cepat dan tentunya lebih profesional,” kata Rudi.

Pada tahap awal, implementasi DealerView dilakukan di jaringan Sun Motor Mitsubishi wilayah Jakarta. Ke depan, penggunaan teknologi tersebut tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke jaringan Sun Motor lainnya.

Sebagai informasi, Sun Motor memiliki sekitar 45 cabang Mitsubishi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali.

Adapun di Jakarta terdapat 12 cabang.

Rudi menilai adopsi teknologi digital semakin penting karena perubahan perilaku konsumen. Pembeli kini lebih aktif mencari informasi melalui berbagai kanal digital sebelum mendatangi dealer resmi.

Melalui implementasi sistem berbasis AI tersebut, Sun Motor memperkirakan kualitas leads atau calon pelanggan potensial dapat meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen.

“Saya berharap dengan adanya AI system ini setidaknya bisa meningkatkan sekitar 20 persen sampai 30 persen, bukan penjualan langsung ya, tapi dari kualitas leads yang kita dapatkan,” ucap Rudi.