Kenapa turun?

Kami tanya, tidak ada yang bisa jawab," ujar Amran dalam konferensi pers hasil rapat terkait harga TBS bersama pengusaha dan petani di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan bahwa semua pihak yang hadir sepakat harga TBS harus kembali seperti semula.

Sektor pertanian diharapkan memanfaatkan momentum nilai tukar untuk menggenjot ekspor. Amran memproyeksikan potensi pertumbuhan nilai ekspor nasional berbasis kelapa sawit dapat melampaui pencapaian sebelumnya.

"Harusnya (harga TBS) naik 10% daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih.

Nilai dolar sekarang Rp 18 ribu. Harusnya momentum ini, kesempatan ini, sektor pertanian, kita gunakan dengan baik.

>>> Austria Tekuk Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

Tahun lalu ekspor kita naik Rp 167 triliun," sambung Amran.