Partikel halus ini berisiko memicu peradangan saluran napas, memperparah alergi atau asma, serta meningkatkan risiko penyakit paru kronis.

Paparan ini juga meningkatkan risiko kanker paru-paru jenis adenokarsinoma, di mana risiko tersebut melonjak dua kali lipat pada perokok.

PM 2.5 dapat masuk melalui pembuluh darah dan saraf hidung, lalu memicu peradangan saraf serta merusak sel otak.

Dampak lainnya meliputi memperparah migrain dan mempercepat risiko demensia seperti Alzheimer dan Parkinson.

Pada organ jantung, partikel kecil ini berpotensi memicu peradangan sel dan pembentukan bekuan darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah atau oklusi vaskular.

Partikel polutan dapat masuk lewat pori-pori kulit untuk merusak fungsi sel, memicu ruam, gatal, memperparah eksim, serta mempercepat penuaan dini.

>>> Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Penerapan Etika Kuat dalam Penggunaan AI

Pada organ mata, PM 2.5 merusak lapisan air mata dan memicu peradangan parah yang menyebabkan mata kering, merah, gatal, konjungtivitis, hingga gangguan penglihatan.