Alasan medis kedua berkaitan dengan tingkat kekentalan darah.

>>> Lindu Aji Pati Kecam Pernyataan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Pemilik golongan darah A rentan berumur lebih pendek akibat kecenderungan kekentalan darah yang tinggi, sehingga memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis.

Kondisi berbeda terjadi pada pemilik golongan darah O yang dilengkapi dengan mekanisme pembekuan darah seimbang dan efisien.

Efeknya, beban kerja sistem peredaran darah menjadi lebih ringan dan meminimalisir risiko serangan jantung, stroke, serta gangguan kardiovaskular lainnya.

Sistem kekebalan tubuh yang lebih optimal pada tipe O juga terbukti kuat saat menghadapi situasi epidemi besar.

Karakteristik proteksi klinis yang kuat ini telah dibuktikan melalui beberapa studi internasional berskala besar.

Riset NEJM pada Juni 2020 terhadap populasi di Italia dan Spanyol menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki efek proteksi klinis paling kuat.

Studi "Blood Advances" di Denmark yang menganalisis data 473 ribu orang juga menemukan kerentanan tipe O hanya menyentuh 38,4 persen, berbeda dengan tipe A yang mencapai 44,4 persen.

Data rawat inap di Kanada turut memperlihatkan keistimewaan pasien dengan golongan darah O saat terkena infeksi parah.

Pasien tipe O tercatat lebih jarang membutuhkan alat bantu napas atau ventilator, yakni hanya sebanyak 61 persen dibandingkan pasien tipe A dan AB yang melonjak hingga 84 persen.

Masa perawatan di rumah sakit bagi pasien bergolongan darah O juga terhitung jauh lebih singkat.

>>> Kode Redeem Neverness to Everness Mei 2026, Klaim Hadiah Gratis

Mereka rata-rata hanya membutuhkan waktu perawatan selama 9 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.