Perusahaan pengembang sistem tak berawak asal Denmark, Sky-Watch, meluncurkan sistem pesawat udara tanpa awak jarak jauh terbaru bernama RQ-70 Dainn.

Drone ini dirancang khusus untuk memperkuat misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta akuisisi target.

>>> Federasi Sepak Bola Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Kalah 1-5 dari Swedia

Pengenalan resmi wahana ini dilakukan dalam ajang internasional Eurosatory yang berlangsung di Paris, Perancis, pada 15 hingga 19 Juni 2026.

Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas dinamika medan perang modern yang bergerak lebih cepat daripada sistem peralatan pendukungnya.

Sistem pertahanan konvensional dinilai sering kali tertinggal dalam mengimbangi kompleksitas pertempuran saat ini.

Pola pendekatan lama umumnya dibangun untuk situasi yang lambat, memiliki siklus pengembangan panjang, serta platform rumit yang kurang mendukung pengambilan keputusan cepat.

RQ-70 Dainn sendiri lahir dari evaluasi pengoperasian platform UAV RQ-35 Heidrun yang digunakan secara intensif selama empat tahun di Ukraina.

Berdasarkan rekam jejak itu, Sky-Watch merancang sistem baru yang mampu mentransformasi pengalaman tempur menjadi kapabilitas operasional efektif sejak awal digunakan.

"RQ-70 Dainn tidak dikembangkan berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan platform UAV RQ-35 Heidrun yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan melalui umpan balik yang berkelanjutan," ujar Martin Schousboe, CEO Sky-Watch, Senin (15/6/2026).

Martin Schousboe juga menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan sekadar memiliki akses ke teknologi.

Hal yang paling krusial adalah memastikan perangkat tersebut berfungsi optimal saat dibutuhkan dan adaptif terhadap perubahan cepat dalam peperangan modern.

>>> Kiaton Ungkap Daftar Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Pengembangan RQ-70 Dainn berfokus pada perluasan jangkauan terbang, peningkatan daya tahan di udara, dan fleksibilitas misi yang lebih tinggi.