Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan akan mengadakan pertemuan tatap muka dengan Kylian Mbappe untuk meredakan ketegangan yang terjadi di dalam klub.

Hubungan antara Mbappe dan pelatih Alvaro Arbeloa merenggang setelah pemain asal Prancis itu mengkritik sang pelatih secara terbuka.

>>> Filmon Sediakan Sinopsis dan Tautan Nonton Drakor Chocolate Subtitle Indonesia

Mbappe mengklaim bahwa Arbeloa menyebutnya hanya sebagai opsi penyerang keempat dalam susunan pemain utama.

Selain itu, Mbappe juga menyatakan bahwa Real Madrid kehilangan arah permainan pada paruh kedua musim ini.

Pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Alvaro Arbeloa.

Ketegangan tidak hanya terjadi di ruang ganti, tetapi juga menjalar ke tribun penonton.

Saat diturunkan sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-0 atas Real Oviedo, Mbappe disambut siulan bernada protes dari penonton.

Tekanan publik terhadap Mbappe meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena dinilai kurang berkomitmen penuh bagi Real Madrid.

Spekulasi ketidakdisiplinan muncul setelah ia tercatat baru tiba di lokasi pertandingan 12 menit sebelum kick-off laga kontra Espanyol.

>>> Jadwal 10 Hari Terakhir Ramadan 2026 Berbeda Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Seminggu kemudian, namanya mendadak dicoret dari skuad El Clasico, padahal awalnya diperkirakan akan duduk di bangku cadangan.

Pertemuan Serius dengan Manajemen

Menurut laporan Diario AS, Florentino Perez sebenarnya sudah berencana berbicara dengan Mbappe sebelum Piala Dunia 2026.

Agenda awal hanya berupa peringatan ringan mengenai masalah kedisiplinan, namun dinamika yang berkembang membuat situasi menjadi lebih serius.

Jajaran direksi Real Madrid mulai khawatir dengan bahasa tubuh Mbappe di depan publik, perilakunya di ruang ganti, serta relasinya dengan pemain lain.

Melalui pertemuan ini, Perez ingin memperjelas komitmen Mbappe untuk musim depan dan menegaskan aturan disiplin klub.

Meski sempat memuji Mbappe sebagai pemain terbaik, manajemen menegaskan tidak ada satu pun figur yang tidak bisa digantikan di klub tersebut.

Komentar Mbappe kepada media disebut sebagai respons spontan terhadap Arbeloa setelah hubungan keduanya memburuk akibat tiga insiden internal.

>>> Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan

Di sisi lain, Mbappe mengindikasikan lebih menyukai gaya kepelatihan Xabi Alonso dan tidak sepakat dengan keputusan manajemen memecat pelatih tersebut pada awal musim.