Presiden Real Madrid Florentino Perez berencana mengadakan pertemuan langsung dengan Kylian Mbappe. Langkah ini diambil setelah perilaku sang penyerang memicu keresahan di internal klub.

Ketegangan bermula dari pernyataan Mbappe usai laga di Santiago Bernabeu. Ia mengklaim pelatih Alvaro Arbeloa hanya menjadikannya opsi penyerang keempat.

>>> Kemenhub Sediakan 69.232 Tiket Mudik Gratis Kapal Laut untuk Lebaran 2026

Mbappe juga mengkritik arah permainan Real Madrid pada paruh kedua musim. Komentar itu langsung mendapat bantahan keras dari Arbeloa.

Situasi semakin memanas saat Mbappe masuk sebagai pemain pengganti melawan Real Oviedo. Ia disambut siulan tajam dari pendukung Los Blancos.

Tekanan bertambah karena sorotan terhadap komitmen Mbappe. Ia tercatat baru tiba di lokasi pertandingan 12 menit sebelum kick-off laga melawan Espanyol.

Puncaknya terjadi pada laga El Clasico. Mbappe yang diprediksi duduk di bangku cadangan justru dicoret sepenuhnya dari skuad.

>>> Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Evaluasi Ketat dari Manajemen

Rencana pertemuan awalnya hanya untuk teguran ringan terkait kedisiplinan. Namun, situasi internal kini berkembang menjadi lebih krusial.

Manajemen mulai khawatir dengan sikap Mbappe di ruang ganti dan jaraknya dengan rekan setim. Perez ingin menegaskan aturan disiplin serta memastikan komitmen pemain untuk musim depan.

Meski Perez sempat memuji Mbappe sebagai pemain terbaik klub, manajemen mengingatkan bahwa tidak ada figur yang tidak bisa digantikan.

Retaknya hubungan dengan Arbeloa disinyalir akibat tiga insiden internal.

>>> AS dan Iran Sepakati Redam Konflik Empat Bulan

Mbappe dilaporkan lebih menyukai strategi Real Madrid saat di bawah Xabi Alonso. Ia juga tidak sejalan dengan kebijakan manajemen yang memberhentikan pelatih asal Spanyol itu pada awal musim.