Militer AS Hadapi Tantangan Berat Akibat Banyak Drone MQ-9 Reaper Ditembak Jatuh
Dunia penerbangan militer modern telah bergeser ke arah penggunaan sistem nirawak, dengan MQ-9 Reaper berada di posisi puncak hierarki tersebut.
Pesawat tanpa awak ini merupakan evolusi dari MQ-1 Predator yang mendefinisikan ulang konsep peperangan asimetris di abad ke-21.
>>> Sinopsis Disclosure Day: Film Alien Terbaru Steven Spielberg
MQ-9 Reaper bukan sekadar alat pengintai biasa, melainkan platform tempur multiguna yang dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).
Dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), drone ini mampu melakukan serangan presisi terhadap target bernilai tinggi.
Simbol "MQ" pada namanya berarti "M" untuk multi-role atau multiguna, dan "Q" menandakan sistem pesawat tanpa awak yang dioperasikan dari jarak jauh.
Keunggulan utama drone ini terletak pada perpaduan daya tahan terbang yang lama serta kapasitas angkut senjata yang besar untuk mendukung operasi militer di berbagai medan.
Spesifikasi dan Kemampuan MQ-9 Reaper
Drone ini ditenagai mesin Honeywell TPE331-10GD turboprop (900 shp) dengan bentang sayap sekitar 20 meter.
MQ-9 Reaper mampu terbang hingga ketinggian maksimum 50.000 kaki (15.240 meter) dengan waktu terbang lebih dari 27 jam dan kecepatan maksimum sekitar 480 km/jam (260 ktas).
Sebagai platform tempur utama, MQ-9 Reaper dipersenjatai dengan sensor elektro-optik atau inframerah (EO/IR) canggih serta radar multi-mode untuk melacak sasaran di darat maupun permukaan laut.
Daya angkut maksimal senjata mencapai 1.750 kg, termasuk rudal AGM-114 Hellfire, Bom Berpemandu Laser (GBU) seperti GBU-12 Paveway II, serta GBU-38 JDAM yang merupakan bom berpemandu GPS untuk segala cuaca.
Kerentanan di Zona Konflik
Meskipun memiliki teknologi canggih, MQ-9 Reaper terbukti tidak kebal terhadap sistem pertahanan udara modern.
Update Terbaru
Toyota Tawarkan Rp 54 Juta untuk Pemilik Mobil Listrik Beralih ke Model bZ
Senin / 27-07-2026, 21:42 WIB
Repsol Bawa Teknologi Moto2 ke Lintasan Drag Bike Kanjuruhan
Senin / 27-07-2026, 21:42 WIB
Ramadhipa Raih Poin Penting Moto3 Junior Prancis Meski Terkendala Wheelie
Senin / 27-07-2026, 21:42 WIB
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Sebut Klaim Dialog Rekayasa
Senin / 27-07-2026, 21:42 WIB
Komisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Tutup Usia
Senin / 27-07-2026, 21:35 WIB
Sumur Rakyat Aceh Berpotensi Tutup Kesenjangan Produksi Migas 2026
Senin / 27-07-2026, 21:35 WIB
Kasus Kredivo-KrediFazz, OJK Diminta Perketat Aturan Penagihan Utang
Senin / 27-07-2026, 21:35 WIB
Honor Band 11 Buka Pre-order, Model Pro GPS Hadir dengan Fitur Baru
Senin / 27-07-2026, 21:35 WIB
Vivo T5e Meluncur di India, Smartphone Budget dengan Baterai 5500mAh
Senin / 27-07-2026, 21:28 WIB
Qualcomm Naikkan Harga Chip Mulai September, Dampak ke Perangkat Elektronik
Senin / 27-07-2026, 21:28 WIB
Wendy Red Velvet Jadi Sorotan, Penampilannya Disebut Terlalu Kurus
Senin / 27-07-2026, 21:28 WIB
So Ji Sub Beri Hadiah Emas 300 Gram untuk Tim Drakor 'Agent Kim Reactivated
Senin / 27-07-2026, 21:28 WIB
Namgoong Min dan Jin Ah Reum Dikaruniai Bayi Laki-laki di Tahun Keempat Pernikahan
Senin / 27-07-2026, 21:21 WIB
Ratu Maxima Cetak Sejarah Buka WorldPride 2026, Dukungan untuk LGBTQ Tuai Kontroversi
Senin / 27-07-2026, 21:21 WIB







