Militer AS Luncurkan Serangan Udara Baru saat Konflik dengan Iran Memanas
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap instalasi militer Iran pada Minggu (19/7/2026), menandai malam kesembilan berturut-turut operasi tersebut.
Serangan ini dipicu oleh tewasnya seorang prajurit AS di Irak utara pada 18 Juli 2026 akibat ledakan terkendali dari bahan peledak yang berasal dari drone Iran yang jatuh.
>>> Polisi Santa Barbara Selidiki Penitipan Anjing Setelah Anjing Tenggelam
Menurut pernyataan Komando Pusat AS, insiden tersebut juga melukai ringan seorang prajurit lainnya.
Kematian pada Sabtu itu menambah jumlah prajurit AS yang tewas sejak pecahnya permusuhan pada 28 Februari menjadi 17 orang.
Sebelumnya, pada Jumat, serangan Iran di Yordania menewaskan dua prajurit AS dan satu lainnya hilang.
Komando Pusat AS menyatakan telah menemukan sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi dan sedang dalam proses pemeriksaan.
Penggunaan Drone Shahed dan Respons Iran
Penggunaan drone serang satu arah buatan Iran yang sangat eksplosif telah meningkatkan ketegangan regional.
Intelijen menyebutkan biaya produksi drone Shahed sekitar 30.000 dolar AS per unit, sementara rudal pencegat AS berharga jutaan dolar dan terkadang meleset.
>>> Andy Burnham Siap Jadi Perdana Menteri Inggris, Janjikan Era Baru
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan balasan AS baru-baru ini menargetkan posisi di dekat Sirik di Iran selatan dan Shadegan dekat perbatasan Irak, serta ledakan terpisah di Abadan.
Badan Energi Atom Internasional mengumumkan penyelidikan atas serangan semalam terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang dibangun di Darkhovin, setelah Organisasi Energi Atom Iran mengutuk tindakan tersebut.
Sebagai respons, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran melancarkan serangan drone terhadap peralatan militer AS yang ditempatkan di kamp Al-Adiri dan pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait.
Pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa sebuah pabrik desalinasi lokal terkena serangan langsung pada infrastruktur sipil vital untuk hari kedua berturut-turut, memicu kebakaran.
Pasukan pertahanan udara Bahrain berhasil mencegat serangan Iran pada hari yang sama, sementara militer Yordania melaporkan menembak jatuh tiga rudal Iran.
>>> ATP 250 Kitzbühel: Turnamen Tanah Liat Austria Dimulai
Yordania kemudian memanggil kuasa usaha Iran untuk protes.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







