Pemimpin Partai Buruh Andy Burnham akan resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia menggantikan Keir Starmer di tengah stagnasi ekonomi dan tekanan pada layanan publik.

>>> ATP 250 Kitzbühel: Turnamen Tanah Liat Austria Dimulai

Burnham berjanji memfokuskan kembali pemerintah pada tantangan nasional yang kritis, termasuk krisis biaya hidup dan infrastruktur publik yang kurang berkinerja.

"Era baru kemungkinan," ujar Burnham dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Burnham menjabat sebagai anggota parlemen dan menteri kabinet, kemudian menjadi Wali Kota Greater Manchester selama sembilan tahun.

Di bawah kepemimpinannya, ekonomi regional tumbuh sekitar dua kali lipat rata-rata nasional.

Ia menyebut kebijakan regionalnya yang pro-bisnis sebagai "Manchesterisme".

Burnham meluncurkan kampanye kepemimpinannya dengan menekankan keinginan menerapkan strategi regional tersebut dalam skala nasional.

"Saya akan memberikan Inggris pemutus sirkuit yang dibutuhkan," kata Burnham.

Warga setempat mencatat perubahan besar dalam lanskap perkotaan dan lingkungan komersial Manchester dalam beberapa tahun terakhir.

Lucy Ellison, manajer kafe, mengatakan kota itu kini "tidak bisa dikenali" setelah ia kembali dari bekerja di Amsterdam dan AS selama 12 tahun.

"Rasanya seperti kota yang berbeda," ujar Ellison, menunjuk pada banyaknya toko butik dan tempat makanan baru.

Pertumbuhan sektor perhotelan lokal memberikan fondasi kuat bagi bisnis lokal untuk meluas ke pasar yang lebih luas.

>>> Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Sejarah dengan Format 48 Tim

Condé Nast Traveller menyebut Manchester sebagai "destinasi kuliner paling cemerlang".

Pengusaha lokal memanfaatkan lingkungan ekonomi yang mendukung untuk mengembangkan operasi mereka secara nasional dan internasional.

Emma Thackray, salah satu pendiri Hip Pop, mengatakan ingin "membangun merek global, dari jantung Manchester".