Kapten tim nasional Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru FIFA yang mewajibkan jeda istirahat minum di setiap pertandingan Piala Dunia 2026.

Kekecewaan itu ia sampaikan setelah timnya ditahan imbang Jepang 2-2 pada laga pembuka Grup F di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

>>> Indokripto Koin Semesta Tahan Laba Bersih 2025 untuk Perkuat Modal

Menurut pedoman terbaru FIFA, prosedur istirahat minum diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi stadion, termasuk di arena tertutup ber-AC seperti Stadion AT&T.

Van Dijk menilai kebijakan ini lebih mengutamakan keuntungan hak siar televisi daripada kondisi fisik pemain di lapangan.

"Saya pikir jeda untuk minum sangat menarik. Saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini," ujar Van Dijk dikutip dari Goal English.

"Saya pikir setiap kali jeda iklan agak, bukan sesuatu yang saya suka," lanjut pemain berusia 34 tahun tersebut.

Ia juga menyoroti dampak negatif bagi penonton televisi. "Saya pikir bagi penonton netral di TV, itu juga tidak bagus."

>>> Florentino Perez Panggil Kylian Mbappe Usai Picu Ketegangan di Real Madrid

Van Dijk menyarankan agar aturan ini diterapkan secara kasuistis, hanya saat cuaca sangat panas, bukan secara kaku di setiap laga.

Dampak Buruk Terhadap Alur Pertandingan

Interupsi wajib ini dinilai merusak momentum dan konsentrasi bertanding, terutama bagi Belanda yang mendominasi sejak menit awal.

Tim Oranje sempat unggul melalui gol Van Dijk dan Crysencio Summerville, namun jeda minum mengubah ritme permainan.

Jepang berhasil keluar dari tekanan dan mencetak dua gol balasan lewat Keito Nakamura dan Daichi Kamada, menggagalkan kemenangan Belanda.

>>> Kemenhub Sediakan 69.232 Tiket Mudik Gratis Kapal Laut untuk Lebaran 2026

Regulasi yang awalnya dibuat untuk mitigasi cuaca panas ekstrem di Amerika Utara ini menuai polemik karena diterapkan secara kaku di stadion modern.