Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pelestarian kesenian Lengger Banyumas sebagai upaya menjaga warisan budaya dan memperkuat karakter bangsa.

Hal itu disampaikan Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam acara penyerapan aspirasi masyarakat bertema 'Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa' di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

>>> Mengenal Daftar Hari Besar Internasional Setiap 23 Februari

Acara tersebut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Wakil Ketua Komisi XII Sugeng Suparwoto, Pembina Lengger Bicara Andy Flores Noya, serta para pegiat seni dan masyarakat Banyumas.

Rerie menegaskan bahwa budaya merupakan infrastruktur moral demokrasi. Menurutnya, demokrasi tidak akan kokoh tanpa akar budaya yang kuat.

Ia mengingatkan bahwa demokrasi seringkali dipersempit menjadi sekadar kontestasi politik atau pemilu. Padahal, demokrasi membutuhkan warga yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Anggota Komisi X DPR RI itu mengutip Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan negara wajib memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

Rerie menekankan bahwa budaya bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan jiwa dan bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional.

Ia mengapresiasi para seniman dan budayawan Banyumas yang konsisten melestarikan Lengger, termasuk menumbuhkan kembali filosofi di balik tarian tersebut.

>>> Memahami Arti Mokel Menurut KBBI yang Populer Saat Ramadan

Rerie mendorong agar Lengger bisa diajukan menjadi warisan budaya dunia. Sejak 2019, kesenian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Menurutnya, pengakuan negara itu penting sebagai bentuk bahwa Lengger merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah hilangnya ingatan dan keterhubungan generasi muda dengan budayanya sendiri.

Ia menegaskan generasi muda tidak boleh kehilangan keterhubungan dengan budaya, karena bangsa akan kehilangan memorinya.

Rerie menekankan pelestarian budaya tidak boleh dibebankan hanya kepada komunitas budaya dan seniman, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

>>> Cara Cek Desil Kemensos 2026 untuk Penerima Bansos

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman," tegas Rerie.