Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa komitmen investasi senilai Rp173 triliun dari Korea Selatan setelah kunjungan ke negara tersebut pada 1 April 2026.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengungkapkan terdapat lebih dari 20 kesepakatan bernilai US$102 miliar atau setara Rp173 triliun.

>>> Umat Muslim Lestari Tradisi Baca Doa Awal Tahun Muharram

Kesepakatan tersebut mencakup bidang politik, pertahanan, ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI).

Hubungan Bilateral yang Semakin Kuat

Indonesia merupakan pelanggan utama industri militer Korea Selatan sejak 1979.

RI telah membeli produk pertahanan seperti KAI KT-1 Woongbi dan KAI T-50 Golden Eagle, serta aktif mengembangkan jet tempur KF-21 Boramae.

Melalui kerja sama jet tempur tersebut, Indonesia mengirimkan insinyur dan pilot untuk terlibat langsung. Hal ini memberikan transfer pengetahuan bagi pengembangan sumber daya manusia di tanah air.

Cecep Herawan menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membeli untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan industri pertahanan Korea Selatan.

Selain pertahanan, kesepakatan bilateral juga menyasar industri kendaraan listrik, energi terbarukan, semikonduktor, dan investasi industri.

>>> Kementerian ESDM Usulkan Rp 815 Miliar untuk Program Kompor Listrik

Pemerintah Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional agar aliran investasi asing terus masuk.

Indonesia berupaya belajar dari lonjakan ekonomi Korea Selatan yang mampu menaikkan PDB dari di bawah US$4 miliar menjadi US$2 triliun dalam enam dekade.

Pola pembangunan berorientasi ekspor dan peran kapitalisme terpimpin oleh pemerintah menjadi kunci sukses Korea Selatan.

Skema pertumbuhan ekonomi Korea Selatan ditopang oleh ekspor dari empat konglomerasi besar yang menyumbang hingga 40 persen PDB negara.

Model industrialisasi ini diharapkan menginspirasi arah hilirisasi industri di Indonesia ke depan.

Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai US$11,5 miliar dengan pertumbuhan tahunan 8,7 persen.

>>> Ayyoub Bouaddi Jadi Incaran Klub Top Eropa Usai Tampil Apik

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus terbesar dalam lima tahun terakhir dari Korea Selatan sebesar US$18 miliar pada 2025.