Pabrik Smartphone di Indonesia Fokus pada Perakitan dan Tingkatkan Nilai Tambah
Fasilitas manufaktur telepon seluler di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat sejak pertengahan 2010-an. Samsung, Vivo, Oppo, dan beberapa perusahaan perakitan kontrak global telah beroperasi di dalam negeri.
Mayoritas pabrik smartphone di Indonesia tidak memproduksi komponen dari nol. Kegiatan utama meliputi perakitan, pengujian kualitas, dan pengintegrasian komponen hingga menjadi gawai siap edar.
>>> 5 Kelebihan dan Kekurangan iPhone 14, iPhone Murah Terbaik Pilihan David Gadgetin
Akselerasi industri ini dipicu oleh pengetatan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sejak era 4G. Aturan tersebut mewajibkan vendor membangun pabrik lokal untuk menekan impor perangkat utuh.
Model manufaktur gawai modern memiliki jaringan pasokan global yang rumit.
Komponen vital seperti chipset, sensor kamera, layar, baterai, dan modul memori masih dipasok oleh produsen spesialis dari Korea Selatan, China, Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Komponen impor tersebut kemudian dikirim ke Indonesia untuk dirakit.
Proses di pabrik lokal dimulai dengan pemeriksaan kualitas awal sebelum memasuki jalur Surface Mount Technology (SMT) untuk memasang komponen elektronik ke papan sirkuit.
Tahap berikutnya mencakup perakitan motherboard, pemasangan modul kamera, baterai, layar, speaker, hingga casing. Setelah dirakit, perangkat melewati pengujian fungsi layar, konektivitas, kamera, pengisian daya, audio, dan sensor.
Prosedur serupa diterapkan di pabrik modern seperti Oppo Manufacturing Indonesia di Tangerang. Gawai yang lolos pengujian akan menjalani instalasi perangkat lunak, kalibrasi akhir, pengemasan, hingga siap didistribusikan.
Kapasitas Manufaktur Vendor Besar
Samsung menjadi salah satu pionir yang mendirikan pabrik skala besar melalui PT Samsung Electronics Indonesia di Cikarang, Bekasi, pada 2015.
Kapasitas awal pabrik ini mencapai satu juta unit per bulan, lalu naik menjadi 1,5 juta unit per bulan pada tahun berikutnya.
Update Terbaru
Aturan SPMB SMP Bandung 2026: Syarat Usia dan Domisili Diperketat
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Pemerintah Cairkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Harga Perak Antam 15 Juni 2026 Naik Besar Jadi Rp 47.150 per Gram
Senin / 15-06-2026, 19:23 WIB
Bioskop Trans TV Malam Ini Tayangkan Film The Equalizer
Senin / 15-06-2026, 19:21 WIB
Telkomsel dan Fola Play Hadirkan Paket Bundling Streaming Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Hajime Moriyasu Kecewa Jepang Hanya Imbang Lawan Belanda
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Anjing Lahap Daging Restoran BBQ di China Picu Kecaman Publik
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Warganet Tiga Negara
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Erick Thohir Naturalisasi Dua Pesepak Bola Australia Keturunan Indonesia
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Shin Tae-yong Akui Gugup Latih Persija Jakarta
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG Berkah bagi Investor Global
Senin / 15-06-2026, 19:19 WIB
IHSG Melonjak 5,03 Persen ke Level 6.309 pada Sesi Pertama
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Usai Pidato Singgung Indonesia, Malaysia, Thailand
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
TVRI Siarkan Langsung Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026 Hari Ini
Senin / 15-06-2026, 19:17 WIB






