PT Pindad Siapkan Proyek Mobil Nasional dengan Kapasitas 50 Ribu Unit per Tahun
PT Pindad tengah mempersiapkan proyek mobil nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Langkah ini bertujuan memperkuat industri otomotif dalam negeri.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kesiapan proyek tersebut di fasilitas manufaktur Subang pada Rabu (10/6/2026).
>>> PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana Rp17,62 per Saham
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan harapannya agar mobil nasional rancangan Pindad memiliki nilai TKDN yang melampaui standar kendaraan roda empat saat ini.
"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Mobil listrik kita rata-rata TKDN-nya 30 sampai 70 persen.
Kami harapkan mobnas yang didesain Pindad memiliki TKDN lebih tinggi," ujar Agus dalam Raker dengan Komisi VII DPR RI.
Gagasan memproduksi kendaraan buatan sendiri sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian industri manufaktur.
>>> BI dan PBOC Sepakati Kerja Sama Keuangan Bilateral, Perluas Penggunaan Mata Uang Lokal
"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, motor sendiri, televisi, komputer, handphone sendiri. Kita tidak boleh hanya dari pasar untuk pasar lain," tegas Prabowo.
Kapasitas Produksi dan Tenaga Kerja
Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa menjelaskan bahwa pembangunan kawasan industri otomotif terintegrasi tahap awal memanfaatkan lahan seluas 60 hektare.
Kapasitas produksi awal ditargetkan mencapai 50 ribu unit per tahun. Fasilitas utama meliputi pusat rekayasa kendaraan, area pengujian, dan pabrik produksi.
Proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal.
>>> Summarecon Agung Bagikan Dividen Tunai Rp82,54 Miliar
Dalam rencana jangka panjang, ekosistem manufaktur akan diperluas hingga 539 hektare. Kapasitas produksi keseluruhan pun ditargetkan mencapai 300.000 unit kendaraan per tahun.
Update Terbaru
Pendiri Palantir Sebut Banyak Perusahaan Teknologi Gunakan AI Sebagai Alasan PHK
Kamis / 11-06-2026, 18:56 WIB
Wuling dan Huawei Kolaborasi Luncurkan SUV Premium Huajing S
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Anak Usaha Emtek Borong 13,54 Juta Lembar Saham Superbank
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Kementerian PU Usulkan Tambahan Anggaran Rp 121 Triliun pada 2027
Kamis / 11-06-2026, 18:52 WIB
Wuling Pamerkan SUV Flagship Huajing S di Malaysia, Hasil Kolaborasi dengan Huawei
Kamis / 11-06-2026, 18:51 WIB
Ruben Onsu Peringatkan Giorgio Antonio soal Interaksi dengan Anak
Kamis / 11-06-2026, 18:51 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 18:49 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Jalur Lintasan dan Cara Aman Menyaksikan
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kusuka Hadirkan Produk Baru dan Tas Spesial di Jakarta Fair 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Keeway Road Falcon 250 cc Resmi Meluncur di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
Kemenhub Kaji Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Kamis / 11-06-2026, 18:48 WIB
EJAE KPop Demon Hunters Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:46 WIB
Othman Jual Nasi Lemak Rp4 Ribuan Selama 30 Tahun di Malaysia
Kamis / 11-06-2026, 18:46 WIB






