Berdasarkan volume bulanan tersebut, kapasitas produksi harian Samsung di Cikarang berkisar antara 33.000 hingga 50.000 unit perangkat.

Jumlah ini bergantung pada hari operasional pabrik.

>>> 3 HP Samsung RAM 8GB Termurah dan Terbaik di 2026

Vivo menyusul dengan mengoperasikan pusat produksi untuk pasar domestik di Cikupa, Tangerang, pada 2016. Kapasitas pabrik Vivo ditingkatkan secara bertahap lewat jalur manufaktur dan pengendalian kualitas yang terintegrasi.

Oppo juga memperkuat basis produksinya dengan meresmikan pabrik baru seluas 10 hektare di Periuk, Kota Tangerang, pada 2022.

Fasilitas ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal untuk menangani produksi, pengujian, hingga pengemasan produk.

Merek lain seperti Xiaomi, Infinix, Tecno, itel, dan Nokia memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan Electronic Manufacturing Services (EMS).

Strategi manufaktur kontrak ini dipilih untuk memenuhi ambang batas TKDN tanpa membangun pabrik mandiri.

Peningkatan Kandungan Lokal

Industri smartphone dalam negeri kini mulai bergeser dari sekadar perakitan akhir menuju penambahan nilai.

Pemasok lokal saat ini sudah mampu memproduksi komponen pendukung seperti pengisi daya, kabel data, kotak kemasan, adaptor, hingga bagian mekanikal.

Namun, komponen dengan nilai investasi tinggi seperti prosesor, sensor kamera premium, dan panel layar masih dikuasai pemasok global.

Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri elektronik nasional melalui peningkatan kandungan lokal secara bertahap.

Langkah penguatan tersebut diarahkan pada penguasaan kemampuan desain, rekayasa produk, serta pengembangan komponen utama.

>>> Bigetron by Vitality Juara MPL ID Season 17, Akhiri Dominasi ONIC

Kehadiran pusat produksi di Cikarang, Tangerang, dan Batam menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri perangkat mobile global.