Pertamina memanfaatkan material anti-korosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin pada tahap akhir ini demi menciptakan produk berstandar Euro 4.

Hasil dari intervensi teknologi ini adalah BBM berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.

"Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan.

Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," jelas Roberth.

Penerapan standar Euro 4 diklaim mampu membuat mesin kendaraan menjadi lebih awet karena meminimalkan risiko korosi.

Efek jangka panjangnya adalah memperpanjang usia pakai mesin dan menghemat konsumsi bahan bakar karena pembakaran yang lebih efisien.

Produk dengan standar ini juga memiliki emisi karbon yang lebih rendah. Hal tersebut berkontribusi langsung dalam mengurangi polusi udara serta mendukung tingkat kesehatan masyarakat luas.

"Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

>>> Promo Hypermart 10-16 April 2026: Diskon Besar untuk Kebutuhan Harian

Upaya ini sekaligus menjadi fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima," pungkas Roberth.