Aset Negara Tembus Rp 14.600 Triliun, DJKN Kelola Bagian Terbesar
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat total aset negara mencapai Rp 14.600,98 triliun pada 2025.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 13.692,4 triliun.
>>> Mengenal Singles Awareness Day, Perayaan Kemandirian Setelah Valentine
Sebagian besar aset negara dikelola langsung oleh DJKN dengan nilai mencapai Rp 12.891 triliun.
"Jadi secara sederhana DJKN ini semacam wali amanah dari kekayaan negara senilai Rp 12.891 triliun," kata Puspa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Rincian Aset Negara
Akumulasi nilai aset negara terbagi atas kewajiban Rp 11.527,29 triliun dan ekuitas Rp 3.073,69 triliun.
Rincian bentuk aset meliputi aset lancar Rp 956,09 triliun, aset tetap Rp 7.368,89 triliun, dan properti investasi Rp 110,82 triliun.
Selain itu, terdapat piutang jangka panjang Rp 50,1 triliun, aset lainnya Rp 1.654,61 triliun, dan investasi jangka panjang Rp 4.928,36 triliun.
Seluruh aset ini terus dioptimalkan DJKN dengan mengacu pada tiga pilar utama APBN, yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
>>> DJP Reaktivasi 24.672 Wajib Pajak Dormant untuk Perluas Basis Pajak
Langkah pemanfaatan kekayaan negara diwujudkan melalui monetisasi aset, revaluasi, land value capture, asset recycling, lelang, hingga pengelolaan piutang negara.
Program lainnya mencakup pembinaan SMV, pembiayaan investasi, SBSN underlying, serta peningkatan efisiensi overhead atau utilisasi BMN.
"PNBP dari pengelolaan dan pemanfaatan BMN mencapai Rp 5,49 triliun di 2025. Ini naik hampir dua kali lipat dari 2021 atau sebesar Rp 3,09 triliun.
Artinya setiap gedung yang disewakan, setiap lahan yang dimanfaatkan, ini menghasilkan penerimaan," beber Puspa.
Hingga Mei 2026, tercatat 966 BMN dengan nilai total Rp 3,59 triliun telah mendapatkan persetujuan resmi.
Pengalokasian aset ini ditujukan untuk menyokong program direktif Presiden Prabowo Subianto, seperti pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, penyediaan Makan Bergizi Gratis, program tiga juta rumah, dan Koperasi Merah Putih.
>>> Saham BUMI Melonjak 17,83% di Sesi I, Volume Transaksi Tembus Rp1,42 Triliun
"Sebagai pipeline, masih ada 237 BMN potensial senilai Rp 5,79 triliun yang sedang dalam proses persetujuan," imbuh Puspa.
Update Terbaru
Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Rabu / 17-06-2026, 15:09 WIB
Penjualan Retail Mobil Mei 2026 Turun 5,3 Persen, Toyota Kokoh di Puncak
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Tamara Tyasmara Lega Vonis Yudha Arfandi Tetap 20 Tahun Penjara
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Airtel dan TNI AD Perluas Jaringan Seluler di Arunachal Pradesh
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus Non-Tunai untuk Kelas Menengah Bawah
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
KKHI Makkah Pulangkan 142 Jemaah Haji Sakit Lewat Program Tanazul
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Suzuki Burgman Street 125 EX
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Profil Nabila Zirus yang Jadi Sorotan Usai Isu Close Friend dengan Suami Orang lengkap: Umur, Agama dan IG
Rabu / 17-06-2026, 15:05 WIB
KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Layani KRL Commuter Line pada 2028
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
PT Brantas Abipraya Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemenag Rumuskan Juknis KIP Kuliah 2026, Perluas Kriteria Penerima
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemensos Sediakan Layanan Cek Desil Bansos Lewat Ponsel
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
SIM Digital Permudah Pengendara, Korlantas: Tak Perlu Khawatir Tertinggal Dokumen
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
IMF: Ekonomi Global Bertahan dari Dampak Perang Timur Tengah
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB






