Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat lonjakan signifikan pada penutupan sesi I perdagangan.

Harga saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini melesat 17,83% ke level Rp185 per lembar.

>>> Trump Buka Kembali Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata dengan Iran

Aktivitas perdagangan saham BUMI sangat tinggi.

Tercatat 8,02 miliar lembar saham berpindah tangan dengan frekuensi 123.888 kali transaksi dan nilai total Rp1,42 triliun.

Investor domestik dan asing gencar mengoleksi saham ini. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, net buy mencapai Rp205 miliar hingga jeda siang.

Pergerakan positif ini memperpanjang tren minat investor asing terhadap BUMI. Dalam dua pekan terakhir, saham BUMI konsisten masuk daftar buruan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan sebelumnya, harga saham BUMI naik 12,14% ke Rp157. Volume saat itu mencapai 6,63 miliar lembar dengan nilai Rp1,03 triliun.

>>> Ji Sung Bintangi Drakor Terbaru The Judge Returns, Tayang Januari 2026

Sepanjang 8-12 Juni, net buy asing tercatat Rp40,71 miliar. Akumulasi beli mendorong harga BUMI naik 12,95% dalam sepekan.

Fluktuasi Transaksi dalam Beberapa Pekan

Pada pekan 2-5 Juni, investor asing membukukan net buy Rp266,64 miliar saat harga BUMI turun 17,26%.

Namun, pada akhir Mei (25-29 Mei), asing justru mencatat net sell Rp219,64 miliar.

Jumlah pemegang saham BUMI terus bertambah. Hingga akhir Mei, bertambah 11.298 pihak menjadi total 590.547 pemegang saham, dari sebelumnya 579.249.

>>> Suporter Jepang Bersihkan Stadion AT&T Usai Laga Piala Dunia 2026

Free float BUMI naik ke 43,06% dari 37,77%. Struktur penerima manfaat akhir tetap di tangan Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim.