Setelah hiruk-pikuk Hari Valentine, ada perayaan lain yang tak kalah menarik: Singles Awareness Day (SAD) atau Hari Kesadaran Jomblo.

Momen ini jatuh setiap tanggal 15 Februari, tepat sehari setelah hari kasih sayang.

>>> DJP Reaktivasi 24.672 Wajib Pajak Dormant untuk Perluas Basis Pajak

Dilansir dari Caritahu, perayaan ini bukan sekadar pelipur lara bagi mereka yang sedang lajang.

Hari Kesadaran Jomblo merupakan simbol perayaan kemandirian, self-love, serta pengakuan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada status hubungan.

Pada tahun 2026, Singles Awareness Day jatuh pada hari Minggu, 15 Februari.

Waktu yang berdekatan dengan periode libur ini menjadikannya momen tepat untuk refleksi diri, menikmati waktu pribadi, dan merayakan kebebasan.

Sejarah dan Asal-usul

Singles Awareness Day mulai dikenal masyarakat sekitar akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an di Amerika Serikat. Banyak sumber mengaitkan kemunculan hari ini dengan sosok Dustin Barnes.

Dustin Barnes merupakan seorang pelajar yang kemudian melanjutkan studinya di Mississippi State University. Pada tahun 2001, ia bersama teman-temannya memilih untuk merayakan status lajang secara positif.

Langkah tersebut diambil agar mereka tidak merasa terpinggirkan saat Hari Valentine berlangsung.

Mereka kemudian menetapkan tanggal 15 Februari sebagai bentuk simbolis untuk menegaskan bahwa menjadi single bukan sesuatu yang perlu disesali.

Pemilihan tanggal tersebut juga bertepatan dengan periode diskon besar-besaran untuk produk-produk Valentine seperti cokelat dan permen.

Hal ini menjadi alasan tambahan bagi para lajang untuk merayakan hari tersebut secara santai.

Awalnya, hari peringatan ini dikenal dengan singkatan "SAD" yang secara ironis berarti sedih dalam bahasa Inggris. Namun, seiring berjalannya waktu, maknanya berubah menjadi lebih positif dan memberdayakan.