Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kemandirian industri otomotif nasional. Langkah ini bertujuan agar Indonesia mampu memproduksi kendaraan secara mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pada Rabu (20/5/2026).

>>> VinFast Buka Pemesanan Tiga Motor Listrik di Indonesia, Pengiriman Mulai Juli 2026

Arah kebijakan ekonomi ke depan akan bertumpu pada hilirisasi manufaktur komprehensif. Sektor otomotif dibidik untuk naik kelas dari sekadar perakitan menjadi manufaktur penuh berskala domestik.

Target produksi massal mobil nasional ber-IP lokal pada 2027-2028 oleh TMI. Percepatan industrialisasi akan didukung oleh Danantara melalui penyediaan pembiayaan pembangunan.

Prabowo menekankan pentingnya kepemilikan produksi kendaraan secara mandiri oleh bangsa sendiri. "Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri," ujar Prabowo.

Pemerintah juga telah mulai mengonsolidasikan kekuatan akademis dan praktisi teknologi dari berbagai institusi papan atas di dalam negeri.

>>> Elektrifikasi Angkutan Umum Perkotaan dan Bus Jarak Jauh Berbeda

Sinergi ini dilakukan untuk menjembatani celah riset dan pengembangan yang selama ini menjadi tantangan terbesar industri otomotif lokal.

"Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain, dan kita akan lakukan itu. Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, pakar-pakar kita.

Saya katakan, pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hari ini," kata Prabowo.

Keterlibatan para pakar serta sokongan finansial yang terarah diharapkan mampu melahirkan ekosistem industri yang kompetitif.

>>> Vinfast Rakit Mobil Listrik VF MPV 7 di Subang dengan TKDN 40 Persen

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjawab tantangan transisi teknologi kendaraan yang tengah berkembang pesat di pasar global.