Elektrifikasi Angkutan Umum Perkotaan dan Bus Jarak Jauh Berbeda
JAKARTA - Tren elektrifikasi di sektor transportasi massal terus berkembang, namun penerapannya tidak bisa disamakan antara angkutan umum perkotaan dan bus jarak jauh atau pariwisata.
General Manager Busworld International, Vincent Dewaele, menyatakan bahwa realitas operasional bus jarak jauh jauh lebih kompleks.
>>> VinFast Mulai Produksi Massal Mobil Listrik VF MPV 7 di Subang
Menurut Vincent, transisi ke kendaraan ramah lingkungan di transportasi dalam kota bisa berjalan lebih cepat karena rute yang statis.
Sementara itu, bus AKAP atau pariwisata memiliki karakteristik yang berbeda dengan populasi besar di Indonesia.
"Elektrifikasi di transportasi perkotaan memang maju pesat.
Namun, kita harus mengakui besarnya investasi infrastruktur yang dibutuhkan, mulai dari fasilitas pengisian daya, stabilitas jaringan listrik, hingga rantai pasokan baterai," ujar Vincent dalam pembukaan Busworld Southeast Asia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Bagi operator bus jarak jauh, perpindahan ke tenaga listrik murni masih dibayangi faktor teknis yang berpengaruh pada struktur bisnis.
"Jarak tempuh menjadi hal yang sangat penting.
Selain itu, durasi pengisian daya, kontur medan jalan yang beragam, tetap menjadi pertimbangan yang sangat krusial bagi operator," kata Vincent.
>>> PT Nusantara Global Autoparts Perluas Pasar Komponen Otomotif di INAPA 2026
Vincent juga menyoroti tekanan besar yang dihadapi sektor transportasi global saat ini.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah berimbas pada konsumsi dan efisiensi energi dunia.
Kondisi ini memaksa industri untuk tidak hanya terpaku pada satu teknologi tunggal dalam menekan emisi gas buang.
Diperlukan kombinasi cerdas dari berbagai solusi alternatif, seperti sistem hibrida, teknologi hidrogen, bahan bakar alternatif, hingga optimalisasi armada berbasis digital.
"Masa depan tidak akan ditentukan oleh satu teknologi saja. Di era sekarang, digitalisasi telah mengubah operasional dan meningkatkan efisiensi.
Data kini telah menjadi sama pentingnya dengan bahan bakar," kata Vincent.
Vincent menegaskan bahwa masa depan mobilitas berkelanjutan tidak bisa dibangun oleh pabrikan sasis atau karoseri sendirian.
>>> PT JJC Mulai Perbaiki Jalan Layang MBZ Rabu Malam
Diperlukan kemitraan erat lintas sektor yang melibatkan pemerintah, operator bus, perusahaan energi, hingga lembaga keuangan agar transisi ini berjalan realistis dan inklusif secara ekonomi.
Update Terbaru
Chicharito Sebut Messi Superman, Ronaldo Batman
Senin / 06-07-2026, 16:13 WIB
Julian Quinones Bersinar di Piala Dunia 2026, Ferretti Beri Pujian
Senin / 06-07-2026, 16:13 WIB
Julián Quiñones Buka Keunggulan Meksiko atas Afrika Selatan di Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 16:08 WIB
Update Kode No Scope Arcade Roblox Juli 2026, Klaim Hadiah Gratis
Senin / 06-07-2026, 16:08 WIB
Kode Driving Empire Roblox Juli 2026 Terbaru, Dapatkan Cash dan Mobil Gratis
Senin / 06-07-2026, 16:08 WIB
Buruh Respons Kabar PHK Massal Karyawan Tokopedia
Senin / 06-07-2026, 16:07 WIB
Perkuat Hilirisasi, Kemenperin Kembangkan Sentra IKM di Manggarai
Senin / 06-07-2026, 16:07 WIB
Bupati Gowa: ASN Tak Nyaman Akibat Hak Angket DPRD
Senin / 06-07-2026, 16:07 WIB
Kapal Dilarang Berlayar di Radius 5 Km dari Kawah Gunung Anak Krakatau
Senin / 06-07-2026, 16:07 WIB
David dan Victoria Beckham Rayakan Anniversary di Tengah Keretakan dengan Brooklyn
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
Tuchel Puji Mentalitas Inggris Usai 10 Pemain Kalahkan Meksiko
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
9 Ciri-Ciri Orang Bermental Tangguh, Apakah Kamu Termasuk?
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
Rasio Valuasi S&P 500 Capai Level Tertinggi, Peringatkan Potensi Penurunan Pasar
Senin / 06-07-2026, 16:01 WIB
Love Island USA: Corbin dan Parmida Tersingkir Usai Voting Publik
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB







