Program kedua difokuskan pada Pengelolaan Penerimaan Negara. Salah satu agenda utamanya adalah memperkuat sinergi patroli laut terkoordinasi untuk memberantas tindakan penyelundupan.

Upaya penegakan hukum ini diperkuat dengan rencana pembentukan Joint Task Force on Illegal Goods. Satuan tugas bersama tersebut akan memfokuskan kerja pada pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.

Kemenkeu turut menyusun rekomendasi guna memperbaiki proses bisnis ekspor-impor dan sektor logistik. Perbaikan sistem ini ditujukan untuk mendukung hilirisasi industri strategis yang mencakup 18 proyek.

>>> Pemerintah Salurkan Bansos hingga Akhir Juni dan Lanjutkan Bantuan Pangan

Manajemen Belanja dan Perbendaharaan Negara

Dalam program Pengelolaan Belanja Negara, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu fokus.

Kemenkeu mengagendakan sinkronisasi penganggaran pusat dan daerah, pengembangan potensi pajak dan retribusi daerah, serta peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.

Kemenkeu juga membidik sektor desa melalui pemberian bimbingan teknis bagi BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Target dari program ini adalah mendukung terbentuknya 80 ribu KDMP.

Selanjutnya, lewat program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko, disiapkan perumusan kebijakan yang mendukung program prioritas. Kebijakan ini berdampak langsung pada pembiayaan sektor sosial dan infrastruktur.

Rencana tersebut meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, 514 Sekolah Rakyat, dan 80.000 KDMP.

Dana ini juga diarahkan untuk pengembangan mobil nasional hingga peningkatan fasilitas 66 rumah sakit.

Komitmen pada sektor energi bersih dan ekonomi kerakyatan diakomodasi melalui pemberian penjaminan pemerintah. Dukungan ini menyasar sektor ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan, cadangan pangan, serta pemberdayaan UMKM.

Terakhir, pada program Dukungan Manajemen, anggaran akan dialokasikan untuk membiayai selisih harga biodiesel dalam implementasi program B50.

Kebijakan ini berjalan beriringan dengan pengembangan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).

Pengembangan SINSW dirancang untuk menyokong hilirisasi industri strategis nasional.

>>> Saham BBRI Melonjak Berkat Aksi Borong dan Rencana Buyback

Di samping itu, program dukungan manajemen ini mencakup penyediaan pembiayaan bagi usaha mikro yang terafiliasi UMi serta pengelolaan dana beasiswa LPDP.