Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Pertemuan bilateral ini menandai dimulainya rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman.

>>> 9 Drakor Rating Tertinggi di Awal Januari 2026, Our Golden Days Puncaki Peringkat

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor, termasuk ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Prabowo mendorong Jerman untuk memperluas ekspansi bisnis di Indonesia, terutama di sektor hilirisasi industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, transisi energi, dan industri semikonduktor.

Indonesia juga membuka peluang bagi Jerman untuk terlibat dalam rantai pasok mineral kritis, termasuk komoditas tanah jarang, serta pembangunan infrastruktur nasional.

>>> PT Pindad Kembangkan Becak Listrik untuk Modernisasi Angkutan Komersial

Pemerintah Indonesia mengapresiasi implementasi program Partnering in Business with Germany yang menyasar sektor UMKM, serta terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Joint Economic and Investment Committee (JIEC) periode ini.

Hubungan kedua negara juga diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) Global Skills Partnership untuk sektor keperawatan.

Kemitraan yang semakin erat ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

>>> Belgia Hadapi Mesir pada Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026

Indonesia meminta dukungan aktif Jerman dalam mengawal proses finalisasi kesepakatan di tingkat Eropa agar segera memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha kedua negara.