Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam hingga di bawah 90 dolar AS per barel.

Penurunan ini dipicu oleh sinyal kuat mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

>>> Cara Mudah Kurangi Kadar Gula dalam Nasi, Aman Buat Diabetes

Data per Senin (15/6) menunjukkan minyak mentah jenis Brent berada di level 83,75 dolar AS per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) merosot ke angka 80,87 dolar AS per barel.

Dampak ke Harga BBM Domestik

Meskipun terjadi penurunan signifikan di pasar global, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri tidak serta-merta langsung turun.

Pertamina baru saja menaikkan tarif BBM nonsubsidi pada 10 Juni lalu.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi mengikuti fluktuasi pasar global.

Namun, penyesuaian harga di Indonesia harus melewati proses evaluasi berkala.

"Nah, hanya Pertamina melalui pemerintah, itu kan mengevaluasinya itu kan per 3 bulan.

>>> Folarin Balogun Cetak Brace, Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1

Nah, dalam waktu 3 bulan itu terdapat tiga variabel yang dipertimbangkan," kata Fahmy saat dihubungi Suara. com, Senin (15/6/2026).

Variabel penentu tersebut meliputi pergerakan harga minyak dunia, tingkat inflasi, serta nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, dinamika harga minyak global bukan menjadi satu-satunya indikator tunggal dalam formulasi tarif domestik.

"Jadi, memang tidak serta-merta, kenaikan harga minyak dunia atau penurunan, kemudian langsung direspons dengan penaikan atau penurunan serupa," kata Fahmy.

Peluang penurunan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri tetap terbuka jika tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut.

Kondisi tersebut juga harus didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah dan penurunan laju inflasi.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan tarif baru untuk Pertamax Series mulai 10 Juni 2026.

>>> Prabowo Subianto Terima Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka

Harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.