(HR Muslim) Hal ini menunjukkan bahwa yang terpenting adalah peningkatan ibadah dan ketakwaan.

Momentum Muhasabah dan Hijrah Diri

Hakikat Tahun Baru Hijriah terletak pada semangat hijrah, yaitu perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma'arif menjelaskan bahwa pergantian waktu menjadi kesempatan untuk evaluasi diri.

Mengisi malam 1 Muharram dengan dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, atau menghadiri majelis ilmu merupakan aktivitas positif yang memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Kesimpulan: Bolehkah Merayakan Tahun Baru Islam?

Berdasarkan pandangan banyak ulama, memperingati Tahun Baru Islam diperbolehkan selama tidak dianggap sebagai ibadah khusus yang diwajibkan dan tidak diisi aktivitas bertentangan dengan syariat.

Kegiatan seperti pengajian, santunan, kajian sejarah hijrah, dan lomba edukatif dapat menjadi sarana syiar.

Yang perlu dihindari adalah keyakinan bahwa perayaan memiliki tata cara khusus yang wajib diikuti atau keutamaan tertentu tanpa dasar sahih.

>>> 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Juni 2026, Legal dan Terpercaya

Substansi Tahun Baru Hijriah adalah pengingat untuk kembali kepada Allah, memperbaiki diri, dan melanjutkan hidup dengan semangat hijrah menuju kebaikan.