Keluarga Peserta BTN Jakim 2026 Soroti Respons Panitia dan Asuransi Usai Insiden di Lintasan

Polemik penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026 terus berkembang setelah muncul keluhan dari keluarga peserta yang sempat mengalami kondisi darurat saat mengikuti ajang tersebut.

Keluarga peserta menilai belum ada tindak lanjut dari panitia maupun pihak asuransi terkait kondisi korban yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah tak sadarkan diri di area lomba.

>>> Pedagang Tinggalkan Pasar Padurenan Baru Bekasi karena Kalah Bersaing

Keluarga Pertanyakan Tindak Lanjut Panitia

Keluhan itu disampaikan melalui unggahan akun Threads @aniaqeyraqeylaqeyzan pada Minggu, 15 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menjelaskan bahwa korban yang disebut sebagai keponakannya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siloam setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti lomba.

Menurut keterangannya, hingga saat ini belum ada pihak penyelenggara yang menghubungi keluarga untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien.

"Yang pingsan ini keponakan saya, dari semenjak masuk IGD RS Siloam sampai dengan saat ini belum ada satupun panitia dari @btn_jakim dan @im_roadrunner yang menghubungi kami dan tidak ada satupun dari panitia yang memastikan kondisi keponakan saya tersebut," tulisnya.

Peserta Dokter Disebut Memberikan Pertolongan Awal

Dalam penjelasannya, keluarga korban menyebut pertolongan pertama justru diberikan oleh sejumlah peserta lain yang berprofesi sebagai dokter.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim medis baru tiba beberapa menit setelah korban tidak sadarkan diri.

"Kemarin pun pada saat kejadian alhamdulillah tertolong oleh beberapa peserta dokter, sementara menunggu tim medis yang datangnya sekitar 18 menit," ujarnya.

Asuransi Kegiatan Ikut Dipertanyakan