PT Bank Mandiri Indonesia Tbk mencatat laba bersih secara bank only sebesar Rp 23,31 triliun hingga Mei 2026.

Angka tersebut naik 18,64% secara tahunan (year-on-year/yoy), melanjutkan tren pertumbuhan positif.

>>> BI Perkuat Rupiah Lewat Kerja Sama Transaksi Mata Uang Lokal dengan China dan Hong Kong

Peningkatan laba bersih emiten perbankan plat merah ini didorong oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang tumbuh 9,97% yoy menjadi Rp 34,85 triliun.

Pendapatan bunga naik 5,77% yoy menjadi Rp 52,77 triliun, sementara beban bunga turun 1,54% yoy menjadi Rp 17,91 triliun.

Penurunan beban bunga dipengaruhi transmisi kebijakan suku bunga acuan rendah beberapa bulan sebelumnya.

Dari sisi operasional, biaya pencadangan (impairment) turun 15,83% yoy menjadi Rp 3,21 triliun.

Total beban operasional perbankan pun menurun 18,08% yoy menjadi Rp 6,21 triliun.

Pengeluaran tenaga kerja juga menyusut 10,68% yoy menjadi Rp 7,15 triliun.

>>> Kenaikan BI Rate Dorong DPLK Avrist Evaluasi Strategi Investasi

Sementara itu, pendapatan non-bunga dari komisi, provisi, fee, dan administrasi melonjak 24,44% yoy menjadi Rp 9,36 triliun.

Laba operasional tumbuh dua digit sebesar 18,78% yoy menjadi Rp 28,64 triliun.

Penyaluran kredit tumbuh agresif 20,56% yoy mencapai Rp 1.578,94 triliun, mendorong total aset naik 19,96% yoy menjadi Rp 2.306,26 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 22% yoy menjadi Rp 1.716,31 triliun.

Namun, pertumbuhan DPK didominasi instrumen dana mahal.

>>> Pemkot Bandung Kawal Tarif Bandung Zoo Usai Dikelola Faunaland

Giro naik 14,32% yoy menjadi Rp 663,76 triliun, tabungan naik 9,2% yoy menjadi Rp 558,75 triliun, dan deposito melonjak 57,01% yoy menjadi Rp 493,79 triliun.