Dokter Andik Wijaya Turunkan Kolesterol Jahat Lewat Diet Berbasis Nabati
"Jadi konsumsi sekarang ini saya tentu belum bisa 100 persen, tapi makanan saya dari sumber hewani itu sekitar 5 persen saja sekarang," ujarnya.
Untuk menu makan siang, Andik sebenarnya masih mengonsumsi makanan yang lazim dimakan masyarakat luas. Kendati demikian, ia tetap memprioritaskan sayur dan bahan nabati lainnya.
"Tadi siang saya makan pecel. Tetap nabati kan?"
>>> New York Knicks Juara NBA Pertama Kali Sejak 1973 Usai Tekuk San Antonio Spurs
kata dia.
Andik menepis anggapan bahwa diet berbasis tumbuhan dapat memicu kekurangan protein. Ia meyakini kebutuhan protein harian tubuh masih bisa dipenuhi dengan baik melalui konsumsi kacang-kacangan.
"Protein bisa cukup dari kacang-kacangan," ujarnya.
Kacang Rebus Jadi Camilan Pemulihan
Andik sejatinya bukan tipe orang yang gemar menikmati kudapan di sela-sela jam makan. Namun, ia memiliki pengecualian tersendiri setelah menyelesaikan sesi latihan lari jarak jauh atau long run.
Menu camilan yang dipilih setelah berolahraga tetap memanfaatkan bahan nabati, yakni campuran lima jenis kacang yang direbus.
Sesekali, ia juga memadukannya dengan potongan buah dan yogurt untuk memberikan variasi rasa.
"Begitu selesai long run, saya ngemil sebelum makan siang. Ngemilnya kacang-kacangan yang direbus," kata Andik.
Konsumsi kudapan sehat ini ditujukan untuk menyuplai protein yang dibutuhkan tubuh dalam proses pemulihan otot setelah beraktivitas fisik berat.
Investasi Kesehatan Jantung Jangka Panjang
Bagi Andik, penurunan angka kolesterol bukanlah target tunggal dari transformasi pola makan yang ia jalani. Fokus utamanya adalah menjaga kondisi kesehatan organ jantungnya dalam jangka panjang.
Ia sengaja memilih daftar makanan yang sederhana agar pola hidup sehat ini mudah dipertahankan dalam keseharian.
Terlebih, bahan makanan berbasis nabati sangat melimpah dan bisa diperoleh dengan harga terjangkau.
"Makanan dari sumber nabati itu melimpah. Produk lokal banyak yang murah," ujarnya.
Transformasi ini menjadi strategi krusial yang ditempuh Andik setelah memahami kondisi kerentanan jantungnya.
>>> Bolehkah Puasa Asyura Digabung dengan Puasa Senin-Kamis?
Ia berharap pengalaman pribadi ini bisa mendorong masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap pemilihan makanan harian demi menjaga kesehatan kardiovaskular.
Update Terbaru
Bandara Changi Sediakan Nobar Piala Dunia 2026 di Area Transit
Minggu / 14-06-2026, 14:48 WIB
Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK KTP Secara Online
Minggu / 14-06-2026, 14:48 WIB
Kista Ovarium 29 Cm Ditemukan di Perut Wanita Bekasi, Awalnya Dikira Lemak
Minggu / 14-06-2026, 14:48 WIB
Risiko Investasi Indonesia Meningkat Imbas Kenaikan Credit Default Swap
Minggu / 14-06-2026, 14:38 WIB
Transformasi Layanan KAI Ubah Wajah Transportasi Publik Indonesia
Minggu / 14-06-2026, 14:32 WIB
Cara Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi dengan HP Android Tanpa Aplikasi
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Ruben Onsu Akan Bicara Berdua dengan Betrand Peto soal Unggahan Viral
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Laporkan Capaian Program Pendidikan ke Presiden
Minggu / 14-06-2026, 14:28 WIB
Kemenkeu Respons Tuntutan Mahasiswa Hentikan Pemborosan APBN
Minggu / 14-06-2026, 14:26 WIB
Indomilk FnB Solutions Gelar Roadshow Pastry Mini untuk Kafe dan Hotel
Minggu / 14-06-2026, 14:24 WIB
Taiwan Luncurkan Situs Intelijen Khusus untuk Warga China
Minggu / 14-06-2026, 14:24 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Hubungan Harmonis Berdasarkan Karakter
Minggu / 14-06-2026, 14:23 WIB
Muralis Bogor Abadikan Piala Dunia 2026 di Dinding Rumah Kosong
Minggu / 14-06-2026, 14:23 WIB
AC Milan Incar Ruben Amorim untuk Gantikan Massimiliano Allegri
Minggu / 14-06-2026, 14:17 WIB






