Edwin menilai AI sebaiknya dipandang sebagai Amplified Intelligence yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

"Sebagai pemimpin perusahaan, kita harus mulai berbicara mengenai strategi AI hari ini dan menentukan peran mana yang akan diperkuat oleh manusia, serta peran mana yang akan diperkuat oleh AI," jelasnya.

CEO Corim Group, Mikhael Lalwani, menekankan pentingnya membangun organisasi yang adaptif, proaktif, dan responsif terhadap perubahan. Komunikasi yang efektif menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan bisnis.

"Kita tidak bisa selalu memprediksi apa yang akan terjadi ke depan.

Karena itu perusahaan harus memiliki framework yang jelas agar organisasinya mampu menjadi adaptive, proactive, dan responsive terhadap berbagai perubahan dan tantangan," ujar Mikhael.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dari level pimpinan hingga seluruh organisasi harus berjalan baik, karena sering kali tantangan terbesar muncul ketika informasi tidak tersampaikan secara efektif.

Diskusi ini merupakan bagian dari CORIM+ Society 2026, platform networking yang mempertemukan pemimpin bisnis, investor, entrepreneur, dan pengambil keputusan dari berbagai industri.

Acara tersebut menghadirkan para pemimpin dari sektor jasa keuangan, infrastruktur, manufaktur, pertambangan, energi terbarukan, teknologi, transportasi dan logistik, kesehatan, retail dan consumer goods, legal advisory, hingga media dan komunikasi.

>>> Elon Musk Sah Jadi Triliuner Pertama di Dunia, SpaceX Jadi Penopang Utama Kekayaannya

Selain diskusi strategis, peserta juga mendapat kesempatan membangun koneksi, bertukar perspektif, dan mengeksplorasi potensi kolaborasi bisnis di masa depan.