Anak-anak harus diajarkan untuk bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan orang lain saat berada di taman bermain.

>>> Nonton Piala Dunia 2026 di Mana? Ini 3 Aplikasi Resmi untuk Live Streaming FIFA World Cup

Beberapa aturan dasar yang perlu ditanamkan meliputi larangan mendorong atau bermain kasar pada alat permainan seperti perosotan, ayunan, dan jungkat-jungkit.

Prosedur penggunaan alat juga harus benar, misalnya meluncur di perosotan dengan posisi kaki terlebih dahulu dan tidak berdiri di atas ayunan.

Sebelum melompat, anak harus memastikan area mendarat kosong, lalu mendarat dengan kedua kaki serta lutut yang sedikit ditekuk.

Peralatan pribadi seperti sepeda atau ransel harus diletakkan jauh dari area bermain agar tidak membuat anak-anak lain tersandung.

Selain itu, hindari penggunaan wahana yang basah karena permukaannya menjadi licin, serta hindari pakaian bertali serut yang berisiko tersangkut.

Taman bermain menjadi tempat berkumpulnya banyak orang sekaligus berpotensi menjadi sarang kuman.

Anak-anak rentan menyentuh wajah atau mulut setelah memegang fasilitas umum, sehingga status imunisasi yang lengkap sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh mereka.

Kondisi cuaca dapat memengaruhi keamanan fasilitas bermain, seperti peralatan berbahan logam yang bisa menjadi sangat panas saat terik matahari.

Orang tua disarankan memeriksa suhu permukaan wahana dengan sentuhan tangan dan membersihkan area dari benda tajam, batu, atau ranting yang memicu risiko tersandung.

Persiapan yang matang sebelum pergi ke taman bermain akan membantu menjaga kenyamanan dan keselamatan anak.

>>> Yayasan ARUNGI dan Pemkab Rote Ndao Gelar Festival Keluarga Malole untuk Tekan Stunting

Beberapa perlengkapan penting yang sebaiknya dibawa oleh orang tua antara lain tabir surya, topi, helm sepeda, plester, antiseptik, botol air minum, makanan ringan, dan hand sanitizer.