Alasan Elon Musk dan Mark Zuckerberg Pilih Cicil Rumah Mewah Terungkap
Suku bunga yang sangat rendah tersebut membuat beban cicilan bulanan Zuckerberg menjadi minimal.
Keputusan menahan uang tunai sebesar 6 juta dollar AS di dalam rumah dinilai kurang produktif dibandingkan mengalirkannya ke instrumen investasi lain.
Dekade 2010-an menjadi periode emas bagi kaum bermodal besar untuk mengunci kredit jangka panjang dengan suku bunga di bawah standar.
>>> KKP Siapkan Insentif dan Disinsentif Pengelolaan Sampah bagi Pemda
Selain keuntungan investasi, sistem ini juga menawarkan efisiensi dari sektor perpajakan.
Regulasi di Amerika Serikat mengizinkan bunga cicilan rumah menjadi komponen pengurang pajak untuk pinjaman hingga nominal 750.000 dollar AS.
Peraturan ini membantu memangkas sebagian kewajiban pajak penghasilan dari para wajib pajak.
Pendiri sekaligus CEO Enness Global, Islay Robinson, mengonfirmasi bahwa pembayaran bunga cicilan membuka peluang optimasi pajak di berbagai negara.
Skema meminjam saat inflasi tinggi juga menguntungkan karena nilai uang di masa depan cenderung menurun.
Konsep Investasi Buy, Borrow, Die
Terdapat skema keuangan lain yang kerap dimanfaatkan kaum triliuner, yakni pinjaman beragunan investasi.
Melalui metode ini, nasabah kaya menjaminkan aset saham mereka ke bank untuk mendapatkan dana segar tanpa perlu menjualnya.
Lembaga perbankan JP Morgan menjelaskan bahwa pinjaman berbasis aset menjaga modal tetap berinvestasi, menunda kewajiban pajak, dan menjaga fleksibilitas dana.
Dana hasil pinjaman tersebut tidak dikategorikan sebagai pendapatan yang wajib kena pajak.
Praktik ini dikenal di kalangan analis dengan istilah strategi "beli, pinjam, mati" atau buy, borrow, die.
Investor mengumpulkan aset yang terus terapresiasi, mengambil pinjaman dengan jaminan aset tersebut, lalu meneruskannya kepada ahli waris.
Proses pewarisan aset memicu penyesuaian nilai dasar atau stepped-up basis.
Regulasi tersebut secara otomatis menghapus sebagian besar pajak keuntungan modal atau capital gains tax yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Prinsip keuangan dari para miliarder ini menekankan pentingnya menjaga fleksibilitas dana.
>>> Anker Luncurkan TWS Soundcore Liberty 5 Pro Series di Indonesia
Keputusan finansial yang bijak tidak selalu berupa pelunasan kewajiban dengan cepat, melainkan memastikan uang tetap bekerja secara produktif untuk pemiliknya.
Update Terbaru
Anne Hathaway Alami Katarak Dini, Buka Kesadaran Publik
Sabtu / 13-06-2026, 16:16 WIB
Brasil Hadapi Maroko di Grup C Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:12 WIB
Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 15-17 Mei 2026, Seri Keenam Balap Motor Dunia
Sabtu / 13-06-2026, 16:09 WIB
Timnas Indonesia U-19 Bidik Medali Perunggu Piala AFF U-19 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Alumni LPDP Rosi Setyo Nugroho: Kejujuran Kunci Sukses Wawancara Beasiswa
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Pengguna Motor Listrik di Bekasi Mulai Beralih ke Baterai Pribadi
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Bapanas Gandeng Satgas Pangan Tindak Pedagang Beras Nakal
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
IHSG Melonjak 7,38 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.524 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Fenomena Pengguna Motor Listrik Beralih ke Baterai Pribadi
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Empat Cara Menenangkan Sistem Saraf untuk Kurangi Stres
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Harga Komoditas Unggas Menguat Sepanjang Mei 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Google Hadirkan Fitur Daily Brief untuk Ringkasan Harian di Gemini
Sabtu / 13-06-2026, 16:04 WIB
Penjualan Mobil LCGC Turun 23 Persen, Tergerus Mobil Listrik Murah
Sabtu / 13-06-2026, 16:04 WIB
Penjualan Mobil LCGC Turun 23 Persen, Tergerus Tren Mobil Listrik Murah
Sabtu / 13-06-2026, 16:02 WIB






