Investor Asing Borong Saham GOTO Rp 249 Miliar di Tengah Harga Gocap
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih bertahan di level Rp 50 atau gocap sejak 5 Mei hingga 12 Juni 2026.
Namun, di tengah stagnasi harga itu, investor asing justru terus mengoleksi saham emiten teknologi ini.
>>> Tabel KUR Mandiri Juni 2026: Simulasi Cicilan Rp10 Juta hingga Rp100 Juta
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas beli bersih (net buy) asing terjadi setiap pekan dalam lima minggu terakhir.
Pada periode 8-12 Juni 2026, net buy mencapai Rp 60,39 miliar, naik dari Rp 22,38 miliar pada pekan sebelumnya.
Tren akumulasi juga terlihat pada pekan 25-29 Mei dengan net buy Rp 103,37 miliar, disusul Rp 48,61 miliar pada 18-22 Mei, dan Rp 14,33 miliar pada 11-13 Mei.
Secara total, sejak 11 Mei hingga 8 Juni, investor asing membukukan net buy Rp 249,08 miliar.
Tekanan dari Indeks Global
Aksi borong ini terjadi di tengah sentimen negatif dari lembaga indeks global.
MSCI sebelumnya membekukan perubahan untuk saham GOTO, termasuk jumlah saham dan foreign inclusion factor, karena likuiditas yang rendah.
>>> Final Piala AFF U-19 2026: Thailand vs Australia Perebutkan Gelar Juara
Stockbit Sekuritas mencatat MSCI akan meninjau ulang likuiditas GOTO pada Agustus 2026. Jika gagal memenuhi syarat, GOTO berpotensi dihapus dari indeks MSCI.
FTSE Russell juga mengumumkan penghapusan GOTO dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index, efektif 22 Juni 2026.
Penyebabnya, saham GOTO tercatat di papan pengembangan BEI yang tidak memenuhi syarat indeks tersebut.
Di sisi lain, GOTO akan menggelar RUPST dan RUPSLB pada 18 Juni 2026. Agenda meliputi pengangkatan kembali anggota dewan komisaris, termasuk Marjorie Tiu Lao, Agus D.
W. Martowardojo, dan Santoso Kartono.
Selain itu, perseroan mengusulkan pembaruan strategi pengelolaan modal, termasuk rencana buyback saham senilai Rp 3,5 triliun.
>>> Penyebab Instagram dan Facebook Down Ramai Dibahas, Pengguna Mengeluhkan Gangguan Akses
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Update Terbaru
KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Sabtu / 13-06-2026, 13:36 WIB
Timnas AS Libas Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 13:36 WIB
Delegasi Indonesia Juara Kompetisi Pump It Up di Korea Selatan
Sabtu / 13-06-2026, 13:36 WIB
PSI Konfirmasi Jokowi Segera Jadi Dewan Pembina, Tunggu Waktu Penjaketan
Sabtu / 13-06-2026, 13:32 WIB
Tunawisma Swedia Tinggal di Beranda Istana Terbengkalai Rp 4,7 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 13:32 WIB
Skema Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya
Sabtu / 13-06-2026, 13:32 WIB
Bayan Resources Siap Bagikan Dividen US$ 500 Juta, Low Tuck Kwong Raup Rp3,59 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 13:32 WIB
Lisa BLACKPINK Tampil Memukau di Pembukaan Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 13:27 WIB
PT Pindad Siapkan Proyek Mobil Nasional di Subang
Sabtu / 13-06-2026, 13:27 WIB
Biaya Servis Baterai Motor Listrik Rusak Mulai Rp60 Ribu Per Sel
Sabtu / 13-06-2026, 13:27 WIB
Pemilik Motor Listrik Bisa Ganti Sel Baterai untuk Hemat Biaya
Sabtu / 13-06-2026, 13:24 WIB
Pemprov Jabar Garansi Sekolah Swasta Gratis Pascakisruh PPDB
Sabtu / 13-06-2026, 13:22 WIB
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan
Sabtu / 13-06-2026, 13:22 WIB
Folarin Balogun Cetak Dua Gol, AS Hajar Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 13:21 WIB






