Tunawisma Swedia Tinggal di Beranda Istana Terbengkalai Rp 4,7 Triliun
Seorang tunawisma asal Swedia bernama Anders Fernstedt diketahui telah tinggal di beranda sebuah rumah mewah terbengkalai di London selama tiga tahun terakhir.
Properti tersebut bukan rumah biasa, melainkan istana dengan 45 kamar tidur, 4 lift, dan 5 lantai. Nilainya mencapai US$ 268 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun.
>>> Skema Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya
Anders Fernstedt tidak bisa masuk ke dalam bangunan. Ia hanya mendirikan tenda di beranda dan menghias pintu masuk dengan bunga serta dekorasi lainnya.
Ia juga tidak memiliki akses air bersih atau toilet. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, ia harus mencari lokasi lain, yang ia samakan dengan pengalaman mendaki gunung.
"Kita harus cukup pintar agar tidak perlu keluar dari tenda setiap saat," katanya kepada New York Post pada Sabtu (13/6/2026).
Anders Fernstedt bukan tunawisma biasa.
Ia berpendidikan, namun nasibnya berubah setelah rumahnya digusur, menjadi korban penyerangan yang merusak gendang telinganya, dan kehilangan barang akibat dicuri saat dirawat di rumah sakit.
Sejarah dan Sengketa Kepemilikan Istana
Istana ini dibangun oleh miliarder Lebanon sekaligus calon perdana menteri Rafik Hariri pada awal 1980-an. Ia membeli beberapa lahan di Knightsbridge, London, untuk disatukan menjadi satu bangunan megah.
>>> Bayan Resources Siap Bagikan Dividen US$ 500 Juta, Low Tuck Kwong Raup Rp3,59 Triliun
Pada tahun 2022, properti ini sempat menjadi salah satu aset dengan nilai jual tertinggi di dunia.
Nilai fantastis itu dipengaruhi interior berlapis permata asli dan lampu gantung kaca Murano, meski lampu tersebut sudah dilelang sejak 2015.
Setelah Rafik Hariri tewas dalam bom truk di Beirut pada 2005, kepemilikan istana berpindah ke putra mahkota Saudi yang meninggal pada 2011.
Pada 2020, properti dibeli miliarder Hong Kong melalui perusahaan cangkang di Kepulauan Virgin Britania Raya. Namun, pemiliknya gagal bayar utang pada 2021.
Istana sempat dijual kembali pada 2022 dengan harga $268 juta tetapi tidak laku. Pemerintah setempat menemukan dana pinjaman dialirkan ke perusahaan yang menggunakan nama mantan istri pelaku.
Perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut pada 2024.
>>> PT Pindad Siapkan Proyek Mobil Nasional di Subang
Sang miliarder mengakui kesalahan atas penipuan dan penyalahgunaan dana, yang berujung pada pembekuan seluruh aset, termasuk rumah mewah di London itu.
Update Terbaru
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Mobil PHEV Termurah Mulai Rp 298 Juta
Sabtu / 13-06-2026, 14:48 WIB
Jadwal 4 Laga Piala Dunia 2026 Minggu 14 Juni, Brasil Tantang Maroko
Sabtu / 13-06-2026, 14:47 WIB
Infantino Dinilai Gagal Penuhi Janji Akses Penuh Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 14:45 WIB
TikTok Luncurkan Kampanye ForYouBeauty untuk Rayakan Keunikan Diri
Sabtu / 13-06-2026, 14:41 WIB
FIFA Rilis Link Jadwal dan Klasemen Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 14:41 WIB
Gedebage Jazz Festival International 2026 Hadirkan Musisi Lintas Generasi
Sabtu / 13-06-2026, 14:40 WIB
American Express Mulai Bangun Menara Terakhir World Trade Center
Sabtu / 13-06-2026, 14:40 WIB
Pemerintah AS Blokir Akses Global Claude Fable 5 dan Mythos 5
Sabtu / 13-06-2026, 14:40 WIB
Aktor Muzakki Ramdhan Mengaku Dianiaya di Toilet Mal hingga Bibir Berdarah
Sabtu / 13-06-2026, 14:39 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Pertalite Aman di Seluruh Indonesia
Sabtu / 13-06-2026, 14:37 WIB
Profil Uffri Datun Nitami, Istri Evan Marvino yang Jadi Sorotan Usai Ungkap Masalah Rumah Tangga
Sabtu / 13-06-2026, 14:37 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026: Australia vs Turki di Vancouver
Sabtu / 13-06-2026, 14:37 WIB
5 Zodiak dengan Empati Tinggi dan Paling Pengertian
Sabtu / 13-06-2026, 14:37 WIB






