PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak jenis Pertalite dalam kondisi cukup dan berjalan normal di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia pada Sabtu (13/6/2026).

Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan di seluruh wilayah sesuai penugasan pemerintah, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

>>> Profil Uffri Datun Nitami, Istri Evan Marvino yang Jadi Sorotan Usai Ungkap Masalah Rumah Tangga

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara langsung demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Roberth.

Koordinasi dan Antisipasi Lonjakan Konsumsi

Pihak internal Pertamina Patra Niaga terus membangun koordinasi erat bersama jaringan unit operasi di delapan cabang kantor wilayah.

Skema penguatan distribusi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan konsumsi di suatu daerah.

Selain itu, penyaluran bahan bakar bersubsidi ini dipastikan tetap mengikuti regulasi pemerintah, diikuti imbauan agar konsumen menggunakan energi secara tepat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan," kata Roberth.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Australia vs Turki di Vancouver

Kondisi ini terjadi di tengah potensi migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi RON 92 melonjak 32 persen menjadi Rp16.250 per liter.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kemudian menyiapkan langkah mitigasi berupa pengetatan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Sistem MyPertamina yang mewajibkan penggunaan QR-code diterapkan untuk menyaring pembeli, di samping peningkatan pengawasan terhadap oknum penyeleweng di lapangan.

"Antisipasi, mitigasi pasti dilakukan.

Misalnya, saat ini untuk akses BBM subsidi kan menggunakan QR ya, walaupun mungkin banyak juga oknum-oknum yang mengakali ini.

>>> 5 Zodiak dengan Empati Tinggi dan Paling Pengertian

Namun, Menteri ESDM sudah meminta untuk Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di bawah," kata Dwi Anggia, Juru bicara Kementerian ESDM.