Krisis Perumahan Los Angeles: Warga Berpenghasilan Rendah Terancam Kehilangan Tempat Tinggal
Krisis perumahan di Los Angeles kembali menjadi sorotan. Ribuan warga berpenghasilan rendah yang bergantung pada bantuan sewa rumah terancam kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah federal Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berencana memangkas pendanaan program perumahan dan tunawisma.
Sorotan utama tertuju pada Los Angeles Homeless Services Authority (LAHSA), lembaga pengelola berbagai program bantuan perumahan bagi tunawisma dan warga rentan.
Menurut dokumen anggaran pemerintah AS, program Continuum of Care yang menjadi sumber utama pendanaan perumahan untuk tunawisma diusulkan untuk dihapus.
Pemerintah menilai ada persoalan pengelolaan dana dan pengawasan di sejumlah lembaga penerima dana, termasuk LAHSA.
Dokumen tersebut menyebut LAHSA memiliki rekam jejak buruk dalam menangani jumlah tunawisma yang terus meningkat.
"LAHSA memiliki catatan yang sangat buruk dalam mengurangi jumlah tunawisma jalanan terbesar di Amerika Serikat," tulis dokumen tersebut, dilansir dari Realtor, Jumat (12/6/2026).
Audit independen pada 2025 menemukan lembaga tersebut gagal melacak penggunaan miliaran dolar dana federal dan lokal secara akurat.
Rencana pemangkasan dana ini memicu kekhawatiran karena dapat berdampak langsung pada ribuan keluarga yang tinggal di hunian bersubsidi.
Pelaksana tugas CEO LAHSA, Gita O'Neill, menilai penghentian pendanaan justru akan memperburuk kondisi perumahan.
"Memotong pendanaan ini akan secara langsung menghasilkan lebih banyak tenda di jalanan, bukan lebih sedikit," kata O'Neill.
Ia menambahkan sekitar 90 persen dana program tersebut digunakan langsung untuk bantuan sewa rumah bagi warga yang membutuhkan.
Update Terbaru
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB







