Krisis perumahan di Los Angeles kembali menjadi sorotan. Ribuan warga berpenghasilan rendah yang bergantung pada bantuan sewa rumah terancam kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah federal Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berencana memangkas pendanaan program perumahan dan tunawisma.

>>> Siapa Anak dan Suami Putri Bajrakitiyabha Anak Sulung Raja Thailand yang Meninggal Dunia Usai Sakit Selama Tiga Tahun

Sorotan utama tertuju pada Los Angeles Homeless Services Authority (LAHSA), lembaga pengelola berbagai program bantuan perumahan bagi tunawisma dan warga rentan.

Menurut dokumen anggaran pemerintah AS, program Continuum of Care yang menjadi sumber utama pendanaan perumahan untuk tunawisma diusulkan untuk dihapus.

Pemerintah menilai ada persoalan pengelolaan dana dan pengawasan di sejumlah lembaga penerima dana, termasuk LAHSA.

Dokumen tersebut menyebut LAHSA memiliki rekam jejak buruk dalam menangani jumlah tunawisma yang terus meningkat.

"LAHSA memiliki catatan yang sangat buruk dalam mengurangi jumlah tunawisma jalanan terbesar di Amerika Serikat," tulis dokumen tersebut, dilansir dari Realtor, Jumat (12/6/2026).

Audit independen pada 2025 menemukan lembaga tersebut gagal melacak penggunaan miliaran dolar dana federal dan lokal secara akurat.

Rencana pemangkasan dana ini memicu kekhawatiran karena dapat berdampak langsung pada ribuan keluarga yang tinggal di hunian bersubsidi.

Pelaksana tugas CEO LAHSA, Gita O'Neill, menilai penghentian pendanaan justru akan memperburuk kondisi perumahan.

>>> Putri Bajrakitiyabha Sakit Apa? Inilah Kronologi Kematian Anak Sulung Raja Thailand Usai Sakit Selama Tiga Tahun

"Memotong pendanaan ini akan secara langsung menghasilkan lebih banyak tenda di jalanan, bukan lebih sedikit," kata O'Neill.

Ia menambahkan sekitar 90 persen dana program tersebut digunakan langsung untuk bantuan sewa rumah bagi warga yang membutuhkan.