PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membagikan dividen tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai US$ 500 juta.

Nilai tersebut setara dengan US$ 0,015 per lembar saham.

>>> PT Pindad Siapkan Proyek Mobil Nasional di Subang

Berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia di level Rp 17.921 per dolar AS, potensi dividen per saham mencapai sekitar Rp 268.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), saham BYAN ditutup stagnan di level Rp 9.700, sehingga yield dividen diperkirakan sekitar 2,76%.

Performa saham BYAN dalam sebulan terakhir tercatat turun signifikan sebesar 18,14%. Meski demikian, pembagian dividen ini tetap menjadi kabar baik bagi para pemegang saham.

Low Tuck Kwong dan Elaine Low Berpotensi Raup Dividen Besar

Hingga akhir Mei 2026, Low Tuck Kwong menguasai 13.412.921.870 lembar saham atau 40,239% dari total saham Bayan Resources.

>>> Biaya Servis Baterai Motor Listrik Rusak Mulai Rp60 Ribu Per Sel

Dengan porsi tersebut, ia berpotensi meraup dividen senilai Rp 3,59 triliun.

Anaknya, Elaine Low, juga diuntungkan dengan kepemilikan 7.333.833.700 lembar saham (22,002%). Ia berpeluang memperoleh dividen sebesar Rp 1,96 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen BYAN

Manajemen menetapkan batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026.

Sementara itu, tenggat daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 23 Juni pukul 16.15 WIB.

>>> Pemprov Jabar Garansi Sekolah Swasta Gratis Pascakisruh PPDB

Pembayaran dividen akan direalisasikan kepada investor yang memenuhi syarat pada 8 Juli 2026.