Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada penutupan Sesi I, Senin 15 Juni 2026.

IHSG melesat sebesar 5,03% atau bertambah 302,08 poin menuju level 6.309,73.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Sunnah Bulan Muharram

Sejak prapembukaan, indeks langsung berada di zona hijau dengan pembukaan di posisi 6.118,73.

Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi harian pada level 6.313,79 dan titik terendah pada level 6.118,08.

Apresiasi ini turut mengerek indeks saham likuid LQ45 yang melompat 5,50% atau naik 32,88 poin ke posisi 630,33.

Kembalinya kepercayaan investor sejalan dengan meredanya tekanan makroekonomi eksternal dan domestik.

Sentimen Positif dari Rupiah dan Harga Minyak

Para analis menilai lompatan IHSG berkaitan erat dengan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mata uang Garuda menguat tajam ke level Rp17.665 per dolar AS, menjauh dari level psikologis Rp18.000 pada pekan lalu.

Sentimen positif juga diperkuat oleh melandainya harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kini berada di posisi US$83,26 per barel.

Penurunan komoditas energi ini meredam kecemasan pelaku pasar terhadap risiko inflasi pangan dan energi domestik.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa menghasilkan likuiditas tebal dengan total nilai transaksi Sesi I menembus Rp17,20 triliun.

>>> Aaliyah Massaid Tampil Elegan di Ultah Pertama Baby Arash di Bali

Transaksi di pasar reguler mendominasi sebesar Rp16,67 triliun, pasar negosiasi menyumbang Rp530,95 miliar, dan volume saham mencapai 33,25 miliar lembar.

Aksi borong saham melanda emiten berkapitalisasi besar, terutama dari sektor finansial dan energi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan harga 7,59% ke posisi Rp6.375 per lembar.