Aliran modal investor asing belum kembali ke bursa saham Indonesia.

Nilai jual bersih tercatat mencapai Rp80 triliun sejak awal tahun, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah pulih lebih dari 12 persen dari posisi terendahnya.

>>> Semen Indonesia Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Targetkan Pasar AS

Kondisi pasar modal domestik saat ini masih didominasi narasi pertumbuhan dari sektor konvensional seperti komoditas, perbankan, konsumsi domestik, dan hilirisasi.

IPO SpaceX dan Raksasa Teknologi Global Jadi Pemicu

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai IPO SpaceX menjadi salah satu pemicu pengelola dana global mengalihkan likuiditas ke Amerika Serikat.

Mereka memburu sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

"Bagi fund manager global, fenomena ini menciptakan alternatif investasi baru yang sangat besar. Sebagian likuiditas global berpotensi tetap bertahan di AS dibanding mengalir ke emerging markets," ujar Liza.

Pasar finansial dunia juga mengantisipasi rencana IPO dari korporasi teknologi raksasa lain seperti OpenAI dan Anthropic. Valuasi keduanya diprediksi mendekati US$1 triliun.

Selain itu, perputaran dana global untuk taruhan legal pada Piala Dunia diperkirakan melonjak 71 persen menjadi US$60 miliar.

"Piala dunia bukan risiko pasar, tapi risiko leakage likuiditas," kata Liza.

>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Satu Jam pada 13 Juni 2026

Dengan Indonesia mencatat transaksi judi online Rp286,8 triliun pada 2025, potensi dana yang berputar ke judi bola selama turnamen dapat mencapai Rp30-60 triliun.

Nilai itu setara 40 hingga 70 persen dari akumulasi jual bersih investor asing sejak awal tahun.

Premi Risiko Indonesia Masih Tinggi

Liza menambahkan, akar persoalan sebenarnya belum berubah.