PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) meresmikan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan menghadapi kelebihan kapasitas industri semen nasional sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik melalui perluasan pasar internasional.

>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Satu Jam pada 13 Juni 2026

Fasilitas ekspor tersebut memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun dan akan menjadi basis utama ekspansi pasar luar negeri SIG.

Pengoperasian fasilitas ini juga mendukung kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation.

Target Ekspor ke Amerika Serikat

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan peresmian fasilitas ekspor di Tuban menandai langkah strategis perseroan dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru.

"Momentum peresmian fasilitas ekspor ini membawa SIG pada tujuan utama yaitu menciptakan peluang pertumbuhan, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui produk hasil karya anak bangsa," ujar Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Untuk tahun 2026, SIG menargetkan ekspor sebanyak 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat.

Pasar AS dipilih karena memiliki permintaan yang kuat terhadap produk semen berkualitas tinggi, sekaligus menjadi salah satu pasar strategis untuk memperluas jangkauan ekspor perseroan.

Menurutnya, transformasi bisnis SIG saat ini tidak hanya berfokus pada penguatan pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pasar ekspor sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.

"Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat," katanya.