>>> Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026

Selain itu, lini Snapdragon seri 4 dan seri 6 juga lesu karena melambatnya penjualan ponsel kelas menengah bawah.

Kondisi kontras justru diperlihatkan oleh Apple, Samsung, dan Unisoc yang sukses membukukan pertumbuhan pengapalan chipset secara year-on-year pada triwulan pertama tahun ini.

Chipset Apple Bionic kini menguasai 19 persen pangsa pasar global, naik signifikan dari posisi sebelumnya sebesar 15 persen.

Lonjakan ini didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap lini iPhone 17.

Kehadiran iPhone 17e yang ditenagai prosesor Apple A19 juga menjadi motor penggerak utama. Varian ini mencatatkan angka penjualan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi pendahulunya, iPhone 16e.

Samsung mencatatkan rapor positif melalui lini Exynos berkat peningkatan adopsi chipset internal pada ekosistem perangkat Galaxy.

Di luar segmen flagship dengan Exynos 2600, Samsung juga mengandalkan Exynos 1680 pada Galaxy A57 serta Exynos 1480 untuk Galaxy A37.

Pertumbuhan volume juga dinikmati oleh Unisoc yang berbasis di China.

Varian chipset T7250 milik mereka menjadi pilihan utama untuk gawai 4G milik Redmi, sedangkan chipset T8300 berhasil memperluas jangkauan Unisoc di pasar ponsel berbasis 5G.

Di sisi lain, divisi semikonduktor Huawei, HiSilicon, mengalami sedikit penurunan pengapalan.

>>> Kemenpar Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Sidang UN Tourism Spanyol

Walau demikian, permintaan terhadap produk premium mereka tetap kokoh berkat popularitas Kirin 9000 yang tertanam pada suksesor flagship seri Huawei Mate 80.