Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan melalui partisipasi aktif dalam Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council yang digelar pada 10–11 Juni 2026 di Toledo, Spanyol.

>>> IHSG Sepekan Melonjak 7,38 Persen, Tembus Level 6.000

Kehadiran Indonesia dalam forum strategis tersebut bertujuan untuk mengawal transformasi sektor pariwisata global agar semakin inklusif dan mampu menghadapi berbagai krisis di masa depan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa tantangan global seperti konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi, krisis lingkungan, dan perkembangan teknologi telah memengaruhi perilaku wisatawan.

"Kondisi tersebut mendorong sektor pariwisata untuk terus beradaptasi serta memperkuat orientasinya pada prinsip keberlanjutan dan ketahanan," ujarnya.

Pembahasan Strategis dan Dukungan Indonesia

Delegasi Indonesia mengikuti rangkaian pembahasan mengenai visi manajemen Sekretaris Jenderal UN Tourism periode 2026–2029 serta implementasi General Programme of Work.

Indonesia menyatakan kesiapan mendukung program yang memberikan manfaat nyata bagi negara anggota, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

>>> Bobby Nasution Resmi Buka Trail of The Kings UTMB 2026 di Samosir

Dalam pembahasan Prioritas Ketiga mengenai Pembangunan Kapasitas, Kemenpar mendorong lembaga pendidikan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan digital dan hijau di negara berkembang.

"Upaya ini sangat penting bagi pengembangan destinasi-destinasi skala kecil di kawasan Asia dan Pasifik," kata Menteri Widiyanti.

Pemerintah Indonesia juga mendukung persiapan International Year of Sustainable and Resilient Tourism (IYSRT) 2027 melalui kontribusi enam Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kemenpar.

Selain itu, Indonesia mendukung program Best Tourism Villages yang dinilai berhasil menciptakan peluang ekonomi lokal.

Sebagai penandatangan Deklarasi Glasgow, Indonesia menunjukkan komitmen aksi iklim melalui peluncuran Peta Jalan Dekarbonisasi Pariwisata, pengurangan limbah makanan, pengembangan visi Pariwisata 5.0 dengan asisten perjalanan AI MaiA, serta investasi SDM melalui UN Tourism Online Academy.

>>> Tips Memilih Produk Probiotik Rendah Gula untuk Kesehatan Pencernaan

Pada hari kedua, sidang membahas isu reformasi organisasi, keuangan, keanggotaan, sumber daya manusia, tata kelola etika, serta penguatan peran kantor regional UN Tourism di China dan Jepang.